
Sejumlah pedagang di pasar induk saat menata pasokan bumbu dapur seperti cabai merah dan bawang yang datang dari daerah di pasar Induk, Jakarta, Minggu (10/2/2020). Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menyebut terjadi inflasi sebes
JawaPos.com - Produsen benih hibrida, PT BISI International Tbk (BISI) menggandeng PT Eden Pangan Indonesia (Eden Farm) untuk menyediakan produk pangan berkualitas untuk petani dan usaha kuliner. Kerjasama tersebut selama lima tahun ke depan. Eden Farm selaku pihak pertama akan menyediakan dan mengelola lahan seluas 12.000 hektar (Ha) bersama mitra petani di Pulau Jawa dan Sumatra.
Nantinya, lahan tersebut akan dikelola dan ditanami berbagai jenis cabai, seperti cabai rawit, cabai keriting, hingga cabai besar. Sementara, BISI sebagai pihak kedua akan memberikan pengadaan benih cabai hibrida yang terdiri dari 1 ton benih cabai rawit hibrida merek Bhaskara, 1,8 ton benih cabai keriting hibrida Rimbun-3, dan 1,8 ton benih cabai besar hibrida Arimbi-85.
Selain itu, BISI juga memberikan pengadaan benih tanaman pangan dan tanaman holtikultura, pestisida, pupuk, maupun produk agrochemical pendukung lainnya.
Presiden Direktur BISI Jemmy Eka Putra menyampaikan, dalam penyediaan produk berkualitas pengelolaan lahan tersebut diupayakan agar lebih dipercepat dari yang ditargetkan. Untuk tahun ini, ditargetkan terdapat lahan seluas 2.000 Ha yang mulai dikelola dan dilakukan penanaman berbagai jenis cabai.
Ia menyebut, tiap satu hektare lahan yang dikelola Eden Farm akan membutuhkan benih tanaman, pestisida, hingga pupuk dari BISI senilai lebih dari Rp 10 juta.
“Kalau tahun ini ada 2.000 Ha yang dikelola, kemungkinan bisa menghasilkan tambahan revenue sekitar Rp 25 miliar,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (6/4).
Ia berharap hal tersebut dapat membantu para petani di Indonesia, terutama petani cabai yang menjadi mitra utama. Nantinya, kedua pihak akan memberikan bimbingan teknis kepada para mitra petani. Harapannya, dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta membantu para petani untuk lebih meningkatkan produktivitasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pendiri dan CEO Eden Farm David Setyadi Gunawan menambahkan, kerja sama tersebut sekaligus dapat menjaga kestabilan harga cabai di Indonesia berkat pasokan yang banyak dan berkualitas.
Hingga saat ini, kata dia, pihaknya mampu mendistribusikan 500 ton bahan pertanian per bulan. Kemampuan distribusi ini tentu mempengaruhi harga produk yang diterima konsumen akhir. “Harga cabai dahulu sempat naik sampai Rp 100.000 per kilogram. Kami bisa distribusikan cabai dengan harga yang lebih murah yakni Rp 70.000 per kilogram,” ungkapnya.
Melalui kerjasama ini, pihaknya optimis mampu menghasilkan 186.000 ton produksi cabai keriting, cabai rawit, dan cabai besar per tahun. Saat ini, Eden Farm melayani distribusi produk pertanian di berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, Purwakarta, Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Semarang, dan Surabaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
