Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Maret 2021 | 17.30 WIB

Harga Daging Sapi Naik saat Ramadan, Mendag Janjikan Masih Terjangkau

Panitan kurban saat memotong daging kurban di halaman Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2020).  Panitia di kawasan tersebut membagikan kurang lebih 1800 bungkus daging kurban dari 10 sapi dan 40 kambing kepada warga miskin dan orang terlantar d - Image

Panitan kurban saat memotong daging kurban di halaman Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2020). Panitia di kawasan tersebut membagikan kurang lebih 1800 bungkus daging kurban dari 10 sapi dan 40 kambing kepada warga miskin dan orang terlantar d

JawaPos.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan persediaan harga daging sapi hingga kerbau akan naik selama bulan suci Ramadan dan lebaran Idul Fitri nanti. Namun, kenaikannya tidak akan drastis dan harganya masih terjangkau masyarakat.

Untuk itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, pihaknya  akan tetap menjaga stabilitas harga daging untuk memenuhi kebutuhan pangan saat Ramadan dan Lebaran nanti. “Harga ini akan naik tetapi mudah-mudahan dengan persiapan yang sekarang dikerjakan oleh Kementerian Perdagangan, kenaikan itu bisa lebih dijangkau karena memang situasi dunia yang tidak menentu," ujarnya dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (15/3).

Lutfi menuturkan, untuk permintaan daging terbanyak selama Ramadan hingga Lebaran, seperti Jakarta dan Aceh akan tetap terpenuhi. Pihaknya telah menugaskan 2 BUMN untuk mengimpor daging sapi dan kerbau selain dari Australia.

Baca Juga: Harga Daging Sapi dari Pemasok Melambung, Pedagang Ancam Mogok

Nantinya, pemerintah akan mengimpor daging sebanyak 100.000 ton, yang terdiri dari 80.000 ton daging kerbau India ditugaskan kepada Bulog dan 20.000 ton daging sapi Brazil kepada PT berdikari.

"Mudah-mudahan adanya penugasan daging ditambah mobilisasi daripada stok nasional untuk memastikan bahwa daging sapi ini ada terutama di pulau Jawa khususnya di Jakarta, dan di Sumatera khususnya di Aceh karena memang di sana konsumsi dagingnya ketika bulan puasa itu naik signifikan itu tercukupi," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga memindahkan sapi-sapi dari sentra-sentra di Kalimantan Timur dan Jawa Timur ke daerah-daerah yang permintaan akan dagingnya tinggi. "Sedang mencoba untuk me-move sapi dari sentra-sentra seperti Kalimantan Timur dan Jawa Timur untuk memastikan bahwa harga untuk bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri ini bisa terjaga di level yang stabil," tuturnya.

Lutfi menjelaskan alasan pemilihan kerbau India dan sapi Brazil untuk menambah stok daging, karena jika impor daging dari Australia harganya lebih mahal. Lantaran daging sapi di negara tersebut melonjak tajam dari rata-rata 2,3-2,8 dolar Australia per Kg menjadi nyaris 5 dolar Australia per Kg-nya karena sempat dilanda kebakaran hutan.

“Jadi secara struktur memang kita itu hanya bisa impor dari Australia kasarnya begitu, memang Australia dari tahun ke tahun merupakan supplier yang handal untuk memenuhi kebutuhan nasional kita untuk sapi dan daging," tandasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/29Q7A3EmUCY

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore