
MENUJU 7.000 LAGI: Karyawan melintas di papan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (20/5). Pekan ini IHSG ditutup di level 6.918,144. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore, ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 54,31 poin atau 0,78 persen ke posisi 6.886,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,83 poin atau 0,72 persen ke posisi 949,22.
“IHSG dan bursa regional Asia tertahan di zona merah mengikuti penurunan bursa Amerika Serikat (AS) karena imbal hasil treasury yang bergerak lebih tinggi,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dengan demikian, hal tersebut memberikan indikasi bahwa The Fed mempertahankan kebijakan Higher for Longer, yang artinya suku bunga AS akan tetap tinggi untuk jangka waktu, sehingga mendongkrak imbal hasil US treasury dan dolar AS.
Pasar mengekspektasikan potensi kenaikan The Fed, dan Bank Indonesia memperkirakan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) akan terjadi sekali lagi pada November 2023.
Sebelumnya, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa The Fed masih harus menaikkan tingkat suku bunga sekali lagi pada tahun ini dan menahannya lebih lama.
Dengan demikian, suku bunga AS akan mencapai 5,50- 5,75 persen, yang akan membuat paritas suku bunga antara BI7DRR & The Fed menjadi nol dan menambah beban pada rupiah dan akan berdampak terjadi capital outflow.
Hal tersebut memberikan ruang bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin, yang mana pasar berharap terdapat dukungan kuat intervensi BI sebagai upaya dalam menjaga nilai rupiah.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat yaitu dipimpin sektor properti sebesar 1,09 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing- masing sebesar 0,92 persen dan 0,91 persen.
Sedangkan, tiga sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor energi yang turun minus 1,05 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor teknologi yang turun masing- masing minus 0,44 persen dan 0,22 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JAWA, LAJU, MPRO, PDES dan FIREE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni SMKM, BRMS, JKON, MARI dan TKIM.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.339.719 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,73 miliar lembar saham senilai Rp12,54 triliun. Sebanyak 120 saham naik, 439 saham menurun, dan 195 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 711,00 poin atau 2,28 persen ke 30.526,90, indeks Hang Seng melemah 135,38 poin atau 0,78 persen ke 17.195,84, dan indeks Strait Times melemah 44,96 poin atau 1,41 persen ke 3.147,39.
Sementara itu, indeks Shanghai (China) libur dalam rangka memperingati Golden Week Holiday.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
