
dr. Tirta. Sumber. Instagram
JawaPos.com – Nama dr. Tirta mulai sering didengar oleh masyarakat Indonesia sejak pandemi berlangsung.
Selama masa covid-19, dokter yang memiliki gaya nyentrik ini aktif menjadi relawan dan memberi edukasi seputar kesehatan kepada masyarakat.
Selain dikenal sebagai dokter, pria yang memiliki nama lengkap Tirta Mandira Hudhi ini juga memiliki beberapa bisnis yang dikelolanya. Satu yang paling dikenal adalah bisnis ‘Shoes and Care’ yang merupakan bisnis laundry sepatu.
Sukses dengan bisnisnya disamping pekerjaan utama sebagai dokter, melalui kanal youtube pribadi ‘Tirta PengPengPeng’, beliau membagikan beberapa tips bagi yang ingin resign dari pekerjaan tetap dan memulai bisnis.
Tapi yang menarik dari videonya adalah, dokter satu ini tidak menyarankan untuk meninggalkan pekerjaan tetap demi membangun sebuah bisnis.
Dokter Tirta mengatakan, orang-orang yang sudah memiliki pekerjaan kantoran namun ingin resign untuk memulai bisnis, mereka biasanya termakan omongan motivator.
Beliau menyarankan, untuk tidak menelan mentah-mentah pemikiran tentang ‘bisnis itu gampang’ yang didapat dari acara seminar atau buku.
Pria kelahiran Surakarta, 30 Juli 1991 ini juga menyayangkan apabila ada orang yang langsung keluar dari kantor untuk membangun bisnis semata. Meskipun dia juga mengakui kalau statement ‘keluar dari zona nyaman’itu tidaklah salah.
“Nah sekarang point of view-nya saya balik. Kalau kalian sudah susah payah mencapai zona nyaman tersebut setelah sekian tahun, apakah mau kalian tiba-tiba meninggalkan zona nyaman itu untuk suatu ketidakpastian? Karena namanya bisnis itu uncertain”.
Baginya, bisnis itu tidaklah gampang. Karena seorang pebisnis harus pintar membuat rencana yang tepat agar bisnisnya berjalan dengan stabil.
Dokter Tirta mencontohkan salah satu model rencana bisnis yaitu model kanvas. Dimana setiap poin-poin yang tersedia harus diisi dengan benar.
Setelah itu, pebisnis juga harus membuat planning budget atau perencanaan keuangan yang sesuai.
“Dari financial projection, asetnya mau kaya apa, liabilitas seperti apa, lalu equity-nya mau kaya apa, lalu nanti beban expense-nya mau mau kaya apa, income yang seperti apa”.
Istilah-istilah tersebut penting untuk dipelajari dan dipahami dengan baik sebelum berbisnis. Itulah kenapa dr. Tirta tidak menyarankan untuk langsung resign kalau pengetahuan bisnisnya masih kurang.
Lebih lanjut, dr. Tirta menyebutkan poin ketiga yang perlu dipertimbangkan, yaitu BEP atau Break Even Point yang lebih dikenal sebagai titik impas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022