Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Mei 2020 | 23.20 WIB

Respons Luhut Soal Rencana Masuknya 500 TKA Tiongkok ke Indonesia

Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan - Image

Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan

JawaPos.com - Kabar bahwa akan datang 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia masih menjadi persoalan. Para TKA tersebut hendak diboyong ke Tanah Air untuk mengerjakan salah satu proyek di kawasan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Merespons hal itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pihak perusahaan, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) masih meminta izin para TKA bekerja di Indonesia.

"Nggak ada lah (masuk sekarang), mereka itu berencana minta (izin), tapi itu kan nanti baru bulan Juni-Juli baru kejadian, tapi dari sekarang minta izin, kan prosesnya nggak sehari," ujarnya dalam Bincang Khusus bersama Radio Republik Indonesia, Minggu (10/5).

Kata Luhut, kedua perusahaan tersebut akan membangun pabrik HPAL (high perssure acid leaching) untuk membangun industri baterai lithium, di mana nikel merupakan bahan baku produk tersebut. "Dia itu menyelesaikan HPAL untuk persiapan industri lithium baterai," tambahnya.

Lanjut dia, para TKA tersebut merupakan pekerja yang memiliki skill untuk memasang alat produksi yang akan digunakan. Sebab, Luhut sendiri mengakui bahwa Indonesia tidak memiliki teknologi yang mumpuni untuk membangun industri tersebut.

"Kita kerjakanlah ini, nanti tenaga asing yang mengerjakan dan setelah itu bersamaan tenaga kerja Indonesia masuk, teknologi kan dari dia, kita nggak bisa dong ngerjain semua, tetap ada asing," jelasnya.

Kemudian, setelah selesai, para TKA tersebut akan dipulangkan di mana nantinya pekerjanya akan diisi oleh anak bangsa.

"Nanti yang kerja sebagian 90 persen orang Indoensia, masih banyak orang daerah yang belum mumpuni karena pendidikan SMA kurang bagus, makanya dalam tiga tahun ini mulai diperbaiki supaya masuk politeknik, untuk bikin lapangan kerja perlu orang dulu bikin induknya, setelah itu kita yang kerjakan (operasikan) semua," ucap dia.

Apalagi pada 2023, Indonesia akan memasuki global supply chain untuk baterai lithium. "Indonesia akan masuk pasar itu, tapi kan untuk sampai sana harus ada bridging-nya (jembatan), nggak bisa Indonesia bikin sendiri, teknologi Indonesia belum sampe. Jangan kita tambah lagi bahwa TKA ini mengontrol kita, ngga bener itu," tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Er76Ofs4ek4

https://www.youtube.com/watch?v=_dI7KXOhK3g

https://www.youtube.com/watch?v=yvFX3-dU0Pg

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore