
ILustrasi Gedung Bank Indonesia
JawaPos.com - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) mengusulkan agar bank sentral mencetak uang dan kemudian disalurkan ke masyarakat demi penanganan Covid-19. Namun, pihak Bank Indonesia (BI) pun menolak mentah-mentah usulan tersebut.
Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menganggap keputusan BI sudah tepat dengan tidak mengiyakan masukan itu.
"Langkah yang dilakukan oleh BI menolak skema ini sudah cukup tepat. Quantitative easing itu tidak harus dengan mencetak atau menambah uang yang beredar," kata dia melalui webminar, Rabu (6/5).
Menurutnya, usulan mencetak uang seperti itu hanya akan menambah inflasi dan hanya akan menangani permasalahan jangan pendek, bukan jangka panjang.
"Sebuah perekonomian diinjeksi oleh kebijakan moneter itu dosisnya harus tepat, terus proses mekanisme juga harus tepat, kalau seperti itu, nanti kalau kita mau normalisasi kembali itu akan sulit ketika ekonomi sudah mulai recovery," ungkapnya.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh BI saat ini sudah lebih aman, yakni dengan menurunkan giro wajib minimum (GWM) hingga melalui surat berharga negara (SBN). Jika hanya bertumpu kepada bank sentral, kata Eko, ini hanya akan menambah beban pada perekonomian nasional.
"Kalau ketidakpastian ini berlanjut berbagai macam relaksasi dari sisi regulasi seperti mencetak, itu kan (peluang) defisit di atas 3 persen, itu (defisit) nggak ada batasannya, batasannya cuma tahun aja yaitu 2022, itu diperbolehkan selama tidak melebihi angka 60 persen terhadap PDB, tapi masih jauh karena sekarang masih 32 persen," tambah dia.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa mencetak uang bukanlah jalan keluar untuk menangani Covid-19. Bahkan, dia beranggapan, usulan tersebut tidak lazim untuk dilaksanakan sesuai dengan kaidah kebijakan moneter yang ada.
“Pandangan-pandangan itu tidak sejalan dengan praktek-praktek kebijakan moneter yang lazim. Mohon maaf nih ya,” tutur dia, Rabu (6/5).

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
