
Pesawat Batik Air yang tergelincir di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, Jumat (6/11).
JawaPos.Com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan langsung bereaksi atas insiden tergelincirnya pesawat Batik Air di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Jumat (6/11). Kini, Kemenhub telah membekukan rute Batik Air untuk rute Soekarno Hatta (CGK) - Yogyakarta (JOG).
Menurut Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kementerian Perhubungan, JA Barata, pembekuan rute anak usaha Lion Air untuk rute CKG-JOG itu mulai efektif berlaku sejak 6 November. “Terkait dengan kecelakaan pesawat Batik Air di Bandara Adisucipto, Kementerian Perhubungan telah membekukan sementara izin rute penerbangan Batik Air Indonesia Jakarta-Yogyakarta mulai 6 November kemarin,” katanya di Jakarta, Sabtu (7/11).
Pembekuan izin tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 159 Tahun 2015 (Pasal 103a ayat (1) serta surat Dirjen Perhubungan Udara Nomor AU.004/22/22.DRJU-DAU 2015, tanggal 6 November 2015.
Barata menambahkan, izin rute itu bisa diajukan kembali setelah ada corrective action berdasarkan hasil investigasi Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan persetujuan Dirjen Perhubungan Udara. “(Rute Jakarta-Jogjakarta) bisa diajukan kembali nanti setelah semua syarat dan perbaikan sudah dipenuhi oleh Batik Air,” tandas Barata.
Lantas bagaimana dengan para calon penumpang Batik Air tujuan CKG-JOG yang sudah terlanjut membeli tiket? Barata mengingatkan maskapai anak usaha Lion Air itu agar tetap melayani calon penumpangnya sebaik mungkin. Misalnya, dengan mengalihkan mereka ke penerbangan lainnya.
"Penanganan penumpang yang telah memiliki tiket Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6380 pukul 14.05 - 15.15 LT bisa dialihkan ke penerbangan lain sesuai peraturan atau ketentuan yang berlaku," tandas Barata.
Seperti diketahui, pesawat milik Batik Air bernomor penerbangan ID 6380 tergelincir di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, kemarin (6/11). Pesawat jenis Boeing 737-900 ER yang membawa 161 penumpang itu tergelincir pada pukul 14.55 saat landing setelah sebelumnya take off dari Bandara Soekarno Hatta.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo mengatakan, Batik Air itu celaka karena keluar dari landasan. Tepatnya di runway 27 Bandara Adisutjipto. "Tergelincir 40 meter keluar landasan," ujarnya seperti dikutip JPNN.Com.(chi/jpnn/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
