JawaPos.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuka pendaftaran Festival Film Bulanan (FFB) lokus 7. Kompetisi kali ini akan digelar untuk sineas dari Pulau Kalimantan.
"Khusus untuk sineas yang ada di Kalimantan, ini kesempatan kalian. Pendaftaran sudah dibuka mulai tanggal 2 sampai 12 Agustus mendatang," ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis, Kamis (3/8).
Sandi mengatakan, FFB memberikan keuntungan bagi para peserta dan pemenangnya. Melalui program ini karya sineas lokal bisa difasilitasi, disediakan akses, dan diantarkan menuju industri perfilman nasional bahkan internasional.
Selain itu, bisa berjejaring dengan komunitas film dan pegiat festival film lainnya dalam kegiatan daring siaran, maupun kegiatan luring, dipromosikan melalui berbagai media, baik media sosial, media nasional, media Over The Top (OTT), Sinema Keliling dan berbagai kegiatan pemutaran film lainnya.
Bagi film-film terpilih nantinya mendapat kesempatan untuk ditayangkan di bioskop sebelum Malam Penganugerahan Festival Film Bulanan 2023. Terbuka juga peluang bagi komunitas terpilih untuk mendapatkan pendanaan dan pendampingan produksi film hingga penayangan secara eksklusif melalui kegiatan ‘Workshop Menuju Film Komersil’.
Dalam kesempatan ini, Sandi pun memberikan apresiasi untuk seluruh pelaku industri perfilman Indonesia. "Kebangkitannya sudah dimulai sejak 2022, hingga saat ini sudah banyak film Indonesia yang mengikuti festival-festival film luar negeri," ucapnya.
"Tahun 2022 adalah sejarah bagi Indonesia di mana lebih banyak penonton Indonesia yang menonton film-film karya anak bangsa dibandingkan film-film dari luar Indonesia. Ini adalah sebuah prestasi. Tahun ini banyak juga penambahan jumlah layar di bioskop. Berarti ada minat dari para investor untuk mereka bisa menanamkan modalnya dalam menciptakan ekosistem perfilman Indonesia yang lebih kuat," tambahnya.
Semakin banyak investor yang berminat terhadap film-film Indonesia, Sandi optimistis perfilman tanah air akan semakin meroket. Fua juga berharap film pendek karya sineas lokal bisa mendapat posisi dan capaian yang sama di industri.
"Kami di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung sineas lokal dan perfilman Indonesia untuk berkontribusi dalam kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru yang berkelanjutan. Ayo tumbuh bersama Festival Film Bulanan! Saatnya film pendek lokal masuk industri nasional. Karena mahakarya akan selalu menemukan jalannya," tutupnya.