Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Agustus 2023 | 21.23 WIB

BPS Catat Dampak Inflasi karena Dipicu Pendidikan akan Terus VlBerlanjut

Ilustrasi logo BPS

JawaPos.com-Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut dampak inflasi yang dipicu oleh kelompok pendidikan masih akan terus berlanjut. Inflasi karena biaya pendidikan berpotensi terjadi hingga dua bulan ke depan, yakni pada Agustus hingga September 2023.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, melaporkan inflasi kelompok pendidikan pada Juli 2023 tercatat sebesar 0,66 persen dengan andil sebesar 0,04 persen terhadap inflasi bulanan. Adapun inflasi bulan Juli 2023 tercatat sebesar 0,21 persen secara bulanan atau month to month (mtm).

Dimana, kata Pudji, komoditas utama penyumbang andil inflasi kelompok pendidikan pada Juli 2023 adalah biaya sekolah SD, biaya sekolah SMP, dan biaya sekolah SMA yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen.

"Dapat kita lihat pada grafik bahwa inflasi kelompok pendidikan cenderung terjadi pada rentang bulan Juli hingga September. Bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Ini secara historis kelompok pendidikan ini masih berpotensi memberikan andil terhadap inflasi pada bulan 2 bulan ke depan," kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/8).

Sementara itu, mengenai inflasi kelompok transportasi seperti yang sudah disampaikan. Pada Juli 2023 terjadi inflasi sebesar 0,58 persen pada kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,08 persen.

Komoditas utama penyumbang andil inflasi kelompok transportasi pada Juli 2023 adalah tarif angkutan udara yang mengalami inflasi sebesar 5,97 persen dan memberikan andil sebesar 0,06 persen.

Adapun beberapa kota Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan inflasi kelompok transportasi tertinggi secara (mtm) adalah Gunungsitoli, kemudian Tanjungpandan dan Kota Ternate.

"Inflasi tertinggi pada kelompok transportasi ini cenderung terjadi pada momen-momen hari besar dan libur nasional sehingga permintaannya cenderung meningkat. Misal seperti pada momen puasa, kemudian Lebaran, libur Natal dan Tahun Baru serta tentunya libur sekolah," jelasnya.

Di sisi lain, mengenai perkembangan inflasi tahun ke tahun, Pudji menyampaikan bahwa tingkat inflasi tahunan pada Juli 2023 sebesar 3,08 persen atau terjadi peningkatan IHK dari 111,80 pada Juli 2022 menjadi 115,24 pada Juli 2023.

Hal ini memperlihatkan bahwa inflasi tahunan ini konsisten mengalami penurunan, pada Maret 2023 jika dirinci berdasarkan kelompok pengeluarannya inflasi tahunan terbesar ini terjadi pada kelompok transportas, yaitu sebesar 9,58 persen dan memberikan andil sebesar 1,17 persen terhadap inflasi umum.

Jika dilihat berdasarkan komoditasnya, kata Pudji, terlihat bahwa penyumbang terbesar untuk inflasi tahunan bulan Juli 2023. Antara lain, bensin dengan andil sebesar 0,83 persen, kemudian beras dengan andil sebesar 0,38 persen, rokok kretek filter dengan andil sebesar 0,21 persen. "Kontrak rumah dengan adil sebesar 0,13 persen, dan angkutan kota dengan adil sebesar 0,09 persen," tandasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore