Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2023 | 19.27 WIB

BPS Catat Ekspor RI Turun 5,08 Persen Jadi USD 20,61 Miliar Pada Juni 2023

Ilustrasi ekspor. (Istimewa)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami penurunan ekspor secara bulanan atau month to month (mtm) sebesar 5,08 persen mencapai USD 20,61 miliar dibandingkan pada bulan sebelumnya Mei 2023. Sementara pelemahan ekspor tercatat capai 21,18 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
 
"Ekspor bulan Juni 2023 nilai ekspor Juni mencapai USD 20,61 miliar atau mengalami penurunan 5,08 persen dibanding sebelumnya atau bulan Mei 2023," kata Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto dalam konferensi pers secara daring, Senin (17/7).
 
 
Lebih lanjut, Atqo menjelaskan, jika dilihat lebih rinci ekspor migas di bulan Juni 2023 nilainya adalah USD 1,26 miliar atau turun 3,64 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Untuk ekspor nonmigas nilainya sebesar USD 19,34 miliar atau mengalami penurunan 5,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
 
"Penurunan ekspor nonmigas sebesar 5,17 persen bisa dilihat dari penurunan nilai ekspor dari beberapa komoditas yang pertama bahan bakar mineral turun 11,54 persen, kemudian nikel dan barang turunannya sebesar 41,33 persen, logam mulia dan perhiasan atau permata turun sebesar 41,41 persen," jelas Atqo.
 
 
Sementara untuk ekspor migas, nilainya turun disebabkan karena ekspor gas turun sebesar 10,35 persen (yoy) di Juni 2023. Tren pelemahan ekspor berlanjut, nilai ekspor mengalami penurunan cukup dalam sebesar 21,18 persen secara tahunan.
 
"Penurunan ekspor terjadi pada sektor migas dan nonmigas, baik secara tahunan maupun bulanan seiring dengan penurunan harga komoditas ekspor unggulan," ujarnya.
 
Selanjutnya untuk ekspor nonmigas, menurut sektor pada Juni 2023 mengalami penurunan secara bulanan dan tahunan di semua sektor. Secara mtm penurunan terdalam terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya sebesar 15,30 persen.
 
 
Utamanya, kata Atqo, disebabkan oleh penurunan pada komoditas batu bara, bijih tembaga, lignit, bijih seng, serta bijih timbal. Secara yoy, sektor pertambangan juga mengalami penurunan tercatat sebesar 37,49 persen.
 
Tiga negara tujuan ekspor dengan pangsa ekspor nonmigas terbesar adalah Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan India. Ekspor nonmigas ke Tiongkok sebesar USD 4,58 miliar ini mengalami penurunan secara bulanan dan tahunan dengan pangsa pasarnya sebesar 23,70 persen terhadap total nilai ekspor nonmigas Juni 2023.
 
 
Utamanya didorong oleh komoditas besi dan bajah (HS 72) dan bahan bakar mineral (HS 27). Kemudian, ekspor nonmigas ke AS ini sebesar USD 1,96 miliar ini mengalami penurunan baik secara bulanan dan tahunan dengan pangsa pasar sebesar 10,11 persen ini terhadap total ekspor nonmigas. Komoditas utama ekspor ke AS adalah mesin dan perlengkapannya, elektrik serta bagiannya (HS 85) dan pakaian dan aksesorisnya.
 
"Ekspor nonmigas ke India ini sebesar USD 1,67 Miliar ini naik secara bulanan tapi bisa kita lihat menurun secara tahunan dan pangsa ekspor ke India adalah 8,61 persen dan komoditinya adalah lemak dan minyak hewani nabati serta bahan bakar mineral," ujarnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore