Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Juli 2023 | 06.27 WIB

Inflasi Inti Amerika Turun, IHSG Ditutup Naik 34,83 Poin

Ilustrasi karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Kamis (16/3/2023).


JawaPos.com
- Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat usai libur panjang Idul Adha. Penurunan inflasi inti Amerika Serikat (AS) jadi sentimen positif. Hal ini menggarisbawahi ketahanan ekonomi dan menjauhkan peluang Negeri Paman Sam masuk ke jurang resesi.

Pada perdagangan bursa Senin (3/7), IHSG ditutup naik 34,83 poin atau 0,52 persen di level 6.696,716. Terdapat 301 saham menguat, 218 saham melemah, dan 224 saham tetap. Transaksi perdagangan mencapai Rp 10,1 triliun dari 16,2 miliar saham yang diperdagangkan.

Analis pasar modal Hans Kwee menilai, rilis data inflasi indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti atau core price consumption expenditures (PCE) AS periode Mei yang menurun membuka ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) bakal melonggarkan kebijakan pengetatan moneternya ke depan. Setidaknya, jika terjadi kenaikan suku bunga acuan akan lebih rendah dari perkiraan.

“Peluang kenaikan 25 basis points (bps) Fed fund rate di bulan Juli 2023,” ujarnya kepada Jawa Pos, tadi malam.

Inflasi indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti AS tercatat sebesar 4,6 persen year-on-year (YoY). Turun 0,1 persen dari 4,7 persen secara tahunan di bulan sebelumnya. Terendah sejak April 2021. Penurunan tersebut karena belanja konsumen melambat.

Data inflasi itu tersebut membuat Wall Street ditutup naik pada perdagangan akhir pekan lalu. Ketiga indeks utama membukukan kenaikan. Yakni, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,84 persen menuju ke 34.407, lalu indeks S&P 500 menguat 1,23 persen ke level 4.450, dan indeks Nasdaq naik 1,45 persen ke posisi 13.787.

Meski demikian, pelaku pasar modal juga mewaspadai perlambatan ekonomi global saat perlambatan sudah terjadi di Eropa dan Tiongkok. Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde memperingatkan bahwa bank sentral masih belum melihat cukup bukti penurunan inflasi. Dia mengkonfirmasi ekspektasi akan menaikkan suku bunga acuan pada Juli 2023. Selain itu, juga mengakui kemungkinan resesi zona Eropa tahun ini.

Aktivitas pabrik di Tiongkok mengalami kontraksi 3 bulan berturut pada Juni 2023. Data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok yang dirilis pada Jumat (30/6) menyebut, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur berada di level 49. Sedangkan, PMI non-manufaktur berada di 53,2. Turun dibandingkan dengan 54,5 pada Mei dan 56,4 pada April. Terendah tahun ini.

Menurut Hans, Tiongkok terlihat kehilangan momentum pemulihan pasca pandemi Covid 19. Pelaku pasar mengharapkan lebih banyak stimulus pada pertemuan Politbiro pada Juli 2023. “Dari indikator tersebut IHSG diperkirakan menguat dengan support di level 6.622 sampai 6.562 dan resistance di 6.717 hingga 6.744,” pungkasnya. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore