Ilustrasi karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Kamis (16/3/2023).
JawaPos.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat usai libur panjang Idul Adha. Penurunan inflasi inti Amerika Serikat (AS) jadi sentimen positif. Hal ini menggarisbawahi ketahanan ekonomi dan menjauhkan peluang Negeri Paman Sam masuk ke jurang resesi.
Pada perdagangan bursa Senin (3/7), IHSG ditutup naik 34,83 poin atau 0,52 persen di level 6.696,716. Terdapat 301 saham menguat, 218 saham melemah, dan 224 saham tetap. Transaksi perdagangan mencapai Rp 10,1 triliun dari 16,2 miliar saham yang diperdagangkan.
Analis pasar modal Hans Kwee menilai, rilis data inflasi indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti atau core price consumption expenditures (PCE) AS periode Mei yang menurun membuka ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) bakal melonggarkan kebijakan pengetatan moneternya ke depan. Setidaknya, jika terjadi kenaikan suku bunga acuan akan lebih rendah dari perkiraan.
“Peluang kenaikan 25 basis points (bps) Fed fund rate di bulan Juli 2023,” ujarnya kepada Jawa Pos, tadi malam.
Inflasi indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti AS tercatat sebesar 4,6 persen year-on-year (YoY). Turun 0,1 persen dari 4,7 persen secara tahunan di bulan sebelumnya. Terendah sejak April 2021. Penurunan tersebut karena belanja konsumen melambat.
Data inflasi itu tersebut membuat Wall Street ditutup naik pada perdagangan akhir pekan lalu. Ketiga indeks utama membukukan kenaikan. Yakni, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,84 persen menuju ke 34.407, lalu indeks S&P 500 menguat 1,23 persen ke level 4.450, dan indeks Nasdaq naik 1,45 persen ke posisi 13.787.
Meski demikian, pelaku pasar modal juga mewaspadai perlambatan ekonomi global saat perlambatan sudah terjadi di Eropa dan Tiongkok. Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde memperingatkan bahwa bank sentral masih belum melihat cukup bukti penurunan inflasi. Dia mengkonfirmasi ekspektasi akan menaikkan suku bunga acuan pada Juli 2023. Selain itu, juga mengakui kemungkinan resesi zona Eropa tahun ini.
Aktivitas pabrik di Tiongkok mengalami kontraksi 3 bulan berturut pada Juni 2023. Data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok yang dirilis pada Jumat (30/6) menyebut, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur berada di level 49. Sedangkan, PMI non-manufaktur berada di 53,2. Turun dibandingkan dengan 54,5 pada Mei dan 56,4 pada April. Terendah tahun ini.
Menurut Hans, Tiongkok terlihat kehilangan momentum pemulihan pasca pandemi Covid 19. Pelaku pasar mengharapkan lebih banyak stimulus pada pertemuan Politbiro pada Juli 2023. “Dari indikator tersebut IHSG diperkirakan menguat dengan support di level 6.622 sampai 6.562 dan resistance di 6.717 hingga 6.744,” pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
