Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 November 2017 | 20.15 WIB

Pusat Studi Energi UGM Kaji Ekspansi Sutet Dorong Perekonomian Jawa

KONTRIBUSI AKADEMISI: Focus Group Discussion Pusat Studi Energi UGM dan PLN di Hotel Aston Semarang. - Image

KONTRIBUSI AKADEMISI: Focus Group Discussion Pusat Studi Energi UGM dan PLN di Hotel Aston Semarang.

JawaPos.com - Pasokan listrik sangat menentukan geliat industri di suatu wilayah. Perencanaan strategi pemanfaatan ketersediaan listrik melalui pendirian saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) dilakukan guna meningkatkan sejumlah potensi lokal, khususnya dari sektor perekonomian di daerah.


Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Manfaat Terjaminnya Pasokan Energi Listrik Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Jawa" di Hotel Aston, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/11).


Dalam acara itu, peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengundang pihak pemerintah daerah Jawa Tengah untuk berdiskusi tentang manfaat pembangunan infrastruktur terkait untuk pasokan listrik di Jawa.


''Pengembangan infrastruktur kelistrikan dalam hal ini SUTET, tentu akan mendorong industri dan kegiatan ekonomi yang angkanya bahkan cukup signifikan untuk PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan lapangan kerja di Jawa Tengah,'' kata Kepala Pusat Studi Energi UGM Deendarlianto.


Menurutnya, infrastruktur yang nantinya tersedia akan menjadi modal utama bagi pemerintah daerah untuk memancing para investor untuk masuk ke wilayahnya. ''Ini akan menjadi momentum bagi pemda yang tentunya tak boleh terlewatkan demi majunya ekonomi industri di Jateng,'' lanjutnya.


Deendarlinto mengakui, pihaknya kini tengah mengkaji pengaruh lain dari pembangunan SUTET tersebut. ''Kami melihat potensi ekonominya, efeknya terhadap kebangkitan industri, aturan hukum proses pembebasan lahan, sisi sosial, politik, industrial engineering-nya, seberapa besar energi yang nantinya bisa dipasok,'' ujarnya.


Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Jawa Bagian Tengah II (UIP JBT II) Amihwanuddin mengatakan, kini PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sendiri telah menggelontorkan dana investasi senilai Rp 25 triliun. Dana itu ditujukan untuk menyelesaikan proyek pembangunan SUTET 500 kV berserta infrastruktur pendukungnya untuk jalur distribusi dari pembangkit di bagian utara Jawa.


Amihwanuddin mengungkapkan, akan ada 7.220 Mega Watt (MW) listrik yang akan masuk dalam sistem dari wilayahnya hingga 2019 nanti. ''Kami dahulukan penyelesaian SUTETnya, PLTU Batang pada Mei 2018 sudah mulai tes produksi, sehingga bisa dioperasikan di 2019,'' kata Amihwanuddin


Dari investasi internal PLN ini, kata dia, sebesar Rp15 triliun akan dimanfaatkan untuk pembangunan SUTET 500 kV sepanjang 513 kilometer, terbentang dari Pembangkit Tanjung Jati di Ungaran menuju Batang, lalu Indramayu dan berujung di Cibatu, di Kawasan Industri Deltamas, Jawa Barat.


''Ditambah dengan gardu induk dan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 Kv tambah 10 Triliun, jadinya total Rp25 triliun,'' katanya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore