Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 September 2017 | 21.57 WIB

Pemberian Voucher Bukanlah Solusi untuk Urai Kemiskinan

Ilustrasi kawasan miskin di Jakarta - Image

Ilustrasi kawasan miskin di Jakarta

JawaPos.com - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finances (INDEF) Bustanul Arifin, mengkritik cara pemerintah dalam mengurangi kemiskinan melalui bantuan non tunai dalam bentuk voucher. Cara ini dianggap bukan solusi dalam mengurai kemiskinan.


Menurut dia, bantuan voucher tidak menjamin masyarakat miskin yang secara keseluruhan mendapatkan jatah. Sebab, pasokan beras di Tanah Air masih dalam kondisi fluktuatif.


"Suplai masih bermasalah dan stok juga. Kalau beras diganti dengan voucher, masa (masyarakat miskin) makan voucher," ketus Bustanul dalam diskusi di Gado Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (9/9).


Sekedar informasi, pemerintah bakal mengganti bantuan beras untuk rakyat sejahtera (rastra) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Masyarakat yang berhak, diberikan kartu voucher untuk bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga murah.


Saat ini, dirinya menilai kesiapan pemerintah dalam melakukan program ini masih sangat minim. Indikatornya terlihat sejak tiga bulan lalu saat beras subsidi sudah di salurkan ke daerah-daerah. Kondisi itu mempengaruhi pasokan beras di Badan Usaha Urusan Logistik (Bulog) menjadi menipis.


"Prediksi saya, tahun depan ini (BPNT) belum bisa diterapkan di Indonesia," tegasnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore