Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Agustus 2017 | 20.11 WIB

Kementan: Masalah Beras Hajat Hidup Rakyat, Negara Harus Hadir

Ilustrasi: Gudang beras - Image

Ilustrasi: Gudang beras

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Hari Priyono, menolak jika masalah perberasan harus diserahkan sesuai mekanisme pasar.


Menurutnya, justru dari sebutir beras terkandung nilai ideologi Indonesia sebagai bangsa, karena termasuk komoditas strategis dan politis. Sehingga, pemerintah harus turun tangan dan terlibat penuh.

"Saya ingin mengajak kita berpikir jernih dengan akal sehat disertai dengan nurani sebagai anak bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/8).

Menurutnya, nilai strategis dan politis tersebut tercermin dari beberapa hal. Pertama, beras menjadi pangan pokok dan menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia. Kedua, beras mempengaruhi inflasi dan kemiskinan.

Ketiga, beras menjadi ruang ekonomi rakyat, mengingat sekitar 56 juta orang menggantungkan hidupnya dengan menanam padi. Terakhir menurutnya, beras mempengaruhi kesejahteraan petani serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Hal tersebut kemudian tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor Tahun 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta turunannya. 

"Karena menyangkut hajat hidup orang banyak, menyangkut rakyat petani, dan konsumennya seluruh rakyat Indonesia, maka harus dikendalikan oleh pemerintah," jelasnya.

Dia menambahkan, ketersediaan dan harga beras yang mempengaruhi inflasi, berdampak pada kestabilan ekonomi. Beras juga berpengaruh terhadap sosial dan politik, juga menjadi alasan lain mengapa pemerintah harus hadir.

"Sejarah telah membuktikan, bahwa gejolak pangan yang berkepanjangan mengakibatkan pemerintahan yang tidak stabil," tegasnya. 

Untuk itu, Hari menilai, pihak-pihak yang berpikir beras adalah komoditas bebas dan harus diatur sesuai mekanisme pasar yang sarat dengan ideologi liberalisme, merupakan pemikiran keliru dan melukai nasionalisme sebagai bangsa.


"Karenanya, marilah kita pertanyakan bagaimana ideologi Pancasila dari orang-orang yang telah menempatkan beras sebagai komoditas biasa dan boleh mengambil untung semaunya," tandasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore