
Founder Bumi Global Karbon (BGK), Foundation, Achmad Deni Daruri menilai, dari seluruh bank nasional, kinerja BTN dalam menjalankan transformasi berkelanjutan paling unggul.
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia butuh dana besar untuk bisa memerangi wabah Virus Korona. Sejumlah pakar menyarankan ada adanya relaksasi defisit pembiayaan hingga 10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Salah satunya, President Director Center for Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri menerangkan, apabila angka defisit APBN hanya diproyeksikan 5 persen, dikhawatirkan ekspansi fiskal secara riil tidak akan berubah.
Padahal, perang melawan COVID-19 harus memiliki efek ekspansi fiskal yang riil yang signifikan. Karena itu, sudah saatnya pembiayaan diutamakan dari IMF karena ancaman terbesar dari perang terhadap Korona virus yang dilakukan oleh masyarakat dunia akan menyebabkan ancaman krisis neraca pembayaran.
"Targetnya, awal April dana pinjaman dari IMF sudah dijamin 100 persen diperoleh Indonesia jika membutuhkan," ujar Deni dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa (31/03)
Untuk menjalankan program-program jaring keamanan, kata Deni, pembiayaannya bisa didapatkan dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB), yang targetnya pada pertengahan April harus sudah terealisasikan.
"Untuk melakukan program bailout, pembiayaan diproyeksikan berasal dari pendanaan Bank Indonesia, seperti yang juga dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat," paparnya.
Untuk itu, lanjut Deni, Bank Indonesia (BI) harus segera melakukan currency swap dengan bank sentral Amerika Serikat secepatnya. Sementara untuk pinjaman bilateral akan sulit diperoleh karena semua negara membutuhkan dana untuk perang melawan Korona virus ini.
"Bahkan, Tiongkok diperkirakan kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan PDB-nya mengalami negatif 9 persen," imbuhnya.
Belajar dari sejarah protocol krisis, selama krisis sistemik masa lalu, dana untuk pemulihan krisis tidak dapat dipenuhi dana asuransi deposito saja, tetapi juga harus bergantung pada suntikan likuiditas oleh bank sentral, atau penyediaan dana publik oleh pemerintah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
