Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Minggu, 25 Oktober 2026 | 21.05 WIB

Indef Nilai Ekonomi Syariah Indonesia Tertekan di Era Prabowo-Gibran

Indef menyatakan ekonomi syariah RI tertekan di era pemerintahan Prabowo-Gibran. (Dok/JawaPos.com) - Image

Indef menyatakan ekonomi syariah RI tertekan di era pemerintahan Prabowo-Gibran. (Dok/JawaPos.com)

JawaPos.com - Institute for Development of Economic and Finance (Indef), menilai ekonomi syariah Indonesia mengalami pelemahan di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Meski sejumlah indikator sektoral mencatat pertumbuhan, daya saing Indonesia justru menurun di tingkat global, selama era Presiden Prabowo yang berjalan 2 tahun ini.

Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef Nur Hidayah, mengatakan kondisi tersebut terlihat dari penurunan peringkat Indonesia dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) dari posisi ketiga menjadi keempat.

Penurunan pertama yang terjadi sejak 2021 menjadi tanda tanya ditengah pengembangan ekonomi syariah telah masuk dalam Asta Cita dan Prioritas Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Dalam dua tahun ini, polanya selalu sama di hampir semua sektor. Angkanya memang naik, tetapi posisinya turun,” ujar Nur Hidayah dalam keterangan yang diterima, Minggu (25/10).

Ia mengatakan, peringkat Indonesia dalam SGIE turun dari posisi ketiga ke keempat, penurunan pertama sejak 2021. Selain itu, perbankan syariah memang tumbuh dengan kenaikan aset sebesar 11,15 persen dan DPK 13,01 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada Juni 2026.

Nur Hidayah mengatakan, terjadi penurunan dari sektor pangsa pasar perbankan nasional dari 7,72 persen menjadi 7,36 persen. Di sisi lain, produk bersertifikat halal melonjak hingga diklaim mencapai 24 juta, sementara ekspor produk halal justru turun 2,1 persen.

Sementara itu, saham syariah ternyata tidak lebih defensif dari pasar umum. Per 21 Oktober 2026, ISSI turun 41,2 persen sejak awal tahun, lebih dalam dari IHSG yang turun 38,4 persen, terutama setelah MSCI mengusulkan penurunan status Indonesia dari Emerging ke Standalone.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore