
Petugas membantu nasabah melakukan pelunasan haji di kantor cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Bekasi Summarecon, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Perbankan syariah telah menjadi salah satu sektor finansial yang paling cepat berkembang di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, tahukah Anda bahwa konsep perbankan syariah sebenarnya telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW? Mari kita telusuri sejarah panjang perbankan syariah, dari akar konsepnya hingga transformasinya menjadi sistem finansial modern yang diakui secara global.
Akar Konsep Perbankan Syariah dalam Ajaran Islam
Perbankan syariah merupakan perbankan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip yang tertuang dalam Alquran dan Hadis. Konsep ini menekankan keadilan, transparansi, dan larangan terhadap riba (bunga). Adapun praktik keuangan syariah pertama kali muncul dalam bentuk sederhana pada masa Rasulullah SAW, di mana Nabi melarang praktik riba dan mendorong transaksi yang adil.
Pada masa Khulafaur Rasyidin, sistem keuangan Islam mulai berkembang dengan pengelolaan baitul mal (kas negara) yang bertugas mengelola zakat, infaq, dan sedekah. Konsep ini menjadi cikal bakal pengelolaan keuangan berbasis syariah.
Kelahiran Bank Syariah Modern
Meskipun konsep keuangan syariah telah ada sejak awal Islam, bank syariah modern baru muncul pada abad ke-20. Pelopor perbankan syariah modern adalah Mit Ghamr Savings Bank di Mesir, yang didirikan pada tahun 1963. Bank ini beroperasi dengan prinsip bagi hasil (profit-sharing) dan menghindari bunga, sesuai dengan prinsip syariah.
Pada tahun 1975, muncul Islamic Development Bank (IDB) sebagai lembaga keuangan internasional pertama yang sepenuhnya berbasis syariah. Lembaga yang didirikan di Jeddah, Arab Saudi ini bertujuan untuk mendukung pembangunan ekonomi negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dengan prinsip syariah.
Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia
Di Indonesia, perbankan syariah mulai dikenal pada tahun 1990-an. Bank Muamalat Indonesia menjadi bank syariah pertama di Tanah Air, yang resmi beroperasi pada tahun 1992. Kehadiran Bank Muamalat menjadi tonggak sejarah penting dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Sejak itu, industri perbankan syariah di Indonesia terus berkembang pesat. Pada tahun 2008, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 21 tentang Perbankan Syariah, yang semakin memperkuat landasan hukum dan regulasi bagi industri ini. Saat ini, Indonesia menjadi salah satu pasar perbankan syariah terbesar di dunia, dengan puluhan bank syariah dan ribuan cabang yang tersebar di seluruh negeri.
Prinsip Dasar Perbankan Syariah
Perbankan syariah memiliki beberapa prinsip dasar yang membedakannya dari perbankan konvensional, antara lain:
1. Larangan Riba: Transaksi berbasis bunga dilarang karena dianggap merugikan salah satu pihak.
2. Bagi Hasil (Profit-Sharing): Keuntungan dan risiko dibagi secara adil antara bank dan nasabah.
3. Transaksi Halal: Semua produk dan layanan harus sesuai dengan prinsip syariah dan tidak melanggar hukum Islam.
4. Keadilan dan Transparansi: Setiap transaksi harus dilakukan secara adil dan transparan.
Masa Depan Perbankan Syariah
Dengan pertumbuhan yang konsisten, perbankan syariah diprediksi akan terus berkembang di masa depan. Teknologi finansial (fintech) syariah juga mulai bermunculan, menawarkan solusi keuangan yang lebih inklusif dan terjangkau bagi masyarakat.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
