
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur (dua dari kanan). (Foto: Humas Kemenag)
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat. Caranya, dengan mendorong transparansi serta akuntabilitas. Karena, saat ini dana zakat yang berhasil dikumpulkan lembaga amil sudah mencapai ratusan miliar rupiah tiap tahunnya.
Menurut Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur, aspek transparansi dan akuntabilitas harus dijalankan dengan baik. Langkah itu dapat mendorong peningkatan partisipasi muzaki atau si pembayar zakat.
Soal transparansi, Waryono menegaskan keterbukaan laporan kinerja lembaga amil zakat menjadi faktor kunci. Khususnya dalam membangun kepercayaan publik terhadap sistem zakat nasional.
"Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat adalah hal fundamental untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperluas dampaknya dalam pembangunan kesejahteraan," jelas Waryono pada Jumat (14/2) malam.
Lebih jauh dia mengatakan, Kemenag berkomitmen untuk terus memperkuat regulasi di bidang zakat. Serta, mendorong lembaga zakat menerapkan standar pengelolaan yang profesional dan terbuka. Publikasi kinerja tahunan oleh lembaga zakat merupakan langkah penting dalam optimalisasi penghimpunan dan penyaluran dana zakat.
Dengan adanya keterbukaan informasi, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami peran strategis zakat dalam mengentaskan kemiskinan dan memperkuat perekonomian umat.
Waryono menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen sosial dan ekonomi.
Untuk diketahui, lembaga-lembaga zakat di Indonesia mencatat pertumbuhan positif dalam penghimpunan dana sepanjang 2024. Total dana yang dikelola mencapai ratusan miliar rupiah dan disalurkan kepada jutaan penerima manfaat di berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan.
"Kemenag berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi zakat," katanya. Serta memperkuat kebijakan yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat secara lebih luas dan terstruktur.
"Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan lembaga zakat sangat diperlukan," jelasnya. Agar zakat dapat dikelola dengan optimal dan tepat sasaran. Dengan transparansi yang terus ditingkatkan, dapat memperluas cakupan manfaat zakat. Serta menjadikannya sebagai instrumen kesejahteraan yang efektif.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
