Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juli 2024 | 03.43 WIB

Stop Percaya! Ini 7 Mitos Seputar Diet Intermittent Fasting yang Wajib Kamu Ketahui

Ilustrasi intermittent fasting. (Freepik) - Image

Ilustrasi intermittent fasting. (Freepik)

JawaPos.com - Intermitten fasting (IF) menjadi salah satu metode diet yang populer karena dinilai praktis dan fleksibel. Namun, kepopuleran ini berujung menimbulkan sekumpulan mitos seputar layak atau tidaknya diet IF.

Beberapa mitos menyebutkan bahwa diet IF bukanlah metode diet yang tepat untuk menurunkan berat badan. Untuk itu, penting untuk mengetahui fakta-fakta terkait diet IF sebelum menerapkannya.

Melansir dari Life MD pada Rabu (17/7), berikut 7 mitos yang sering dibicarakan orang seputar intermittent fasting.

1. Diet IF memperlambat metabolisme

Banyak orang berpikir ketika menjalani diet IF akan membuat tubuh cepat lapar sehingga menghentikan proses metabolisme dan mencegah pembakaran lemak. Namun, fakta mengatakan sebaliknya.

Selama menerapkan diet IF, tubuh akan beralih dari membakar glikogen (karbohidrat dan gula) untuk energi menjadi menggunakan lemak yang tersimpan sebagai bahan bakar.

Hal ini juga meningkatkan norepinefrin, yakni hormon yang berfungsi untuk menguraikan sel lemak dengan cepat.

2. Diet IF membuat kehilangan otot

Informasi mengenai diet IF bisa menghilangkan otot tentu tidaklah benar. Menurut beberapa penelitian justru diet IF bisa meningkatkan produksi hormon pertumbuhan yang diperlukan dalam pembentukan serta pemeliharaan otot.

Pola makan dan jenis olahraga yang dilakukan saat menjalani diet IF juga sangat berpengaruh terhadap massa otot.

Oleh sebab itu, konsumsi cukup protein dan lakukan beberapa latihan ketahanan guna mempertahankan massa otot.

3. Diet IF menyebabkan kekurangan nutrisi

Beberapa orang mengatakan bahwa diet IF menyebabkan asupan kalori rendah sehingga menyebabkan kekurangan nutrisi.

Padahal metode diet ini berdampak positif pada sistem pencernaan yang memberikan periode istirahat untuk berfungsi maksimal.

Kekurangan nutrisi hanya akan terjadi ketika gagal menerapkan pola makan dengan benar serta tidak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral. Saat ini, belum ada bukti bahwa diet IF menyebabkan kekurangan nutrisi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore