
ILUSTRASI
”Jangan buat fitnah. Saya bersedia dikutuk jadi buaya kalau pernah minum tuak,” bantahnya kesal sambil beranjak meninggalkan sungai.
***
Terlihat Suto berjalan menyeberangi ladang yang ditumbuhi semak-semak kering, menuju ke pundukan yang paling tinggi untuk meletakkan bulan lempung bercampur tai sapi di bawah pohon jati. Agar tidak terkikis oleh hujan dan embun, bulan tanah itu akan dibakarnya sampai merah seperti genting.
Suto menyalakan korek api, lalu menyulut semak-semak. Api segera menjalar ke tengah ladang dan lereng bukit, menjilat dahan pohon dan atap-atap rumah. Dalam waktu sekejap segalanya berubah jadi kobaran api. Segalanya memerah, hingga bulan pun sepucat lembu.
Suto telah membakar kampung. Orang-orang desa mencarinya untuk dibakar hidup-hidup seperti anak lembu yang hilang di malam keramat. (*)
---
ADAM GOTTAR PARRA, Lahir 12 September 1967 di Praya, Lombok Tengah.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
