
ILUSTRASI
Waktu kulapori kegagalan itu, paman hanya tersenyum. ”Tak apa-apa, inilah yang namanya belajar.”
Aku mencoba mengoreksi diri. Kupikir aku memang agak terburu-buru. Aku bahkan tak memikirkan nama. Padahal branding itu penting. Ah, kali ke depan, aku pasti akan lebih baik.
***
Beberapa bulan kemudian aku mendapat ide bisnis lainnya. Segera saja saat paman datang, aku berkata padanya, ”Aku berpikir ingin membuat martabak, Paman.”
”Martabak? Bukankah di sini sudah banyak yang menjual martabak?”
”Kujamin martabakku akan berbeda, Paman. Konsepnya adalah martabak sehat. Nantinya aku tak akan pakai mentega dan cokelat kiloan. Gulanya pun aku tak akan memakai gula pasir, tapi memakai tropica slim. Sedang untuk martabak asin, tentu aku tak akan memakai MSG. Aku juga akan memakai telur ayam kampung karena semakin ke sini orang semakin tahu betapa berbahayanya ayam lehor dan telurnya. Jadi, pembeli yang punya masalah dengan penyakit gula tak perlu takut dengan martabak buatanku.”
Paman mengangguk-angguk mendengar ucapanku. Kupikir ia kagum dengan ideku.
Maka dengan modal Rp 5 juta dari paman, aku membuat gerobak dan spanduk. Kutulis dengan meyakinkan: Martabak Sehat! Makan Enak, Tetap Sehat!
Di perempatan jalan paling ramai, kubawa gerobak martabakku ke sana. Di hari pertama, satu pembeli langsung datang. Disusul pembeli lainnya. Kupikir beginilah berbisnis, masa awal adalah masa paling berat. Tapi, aku yakin semakin hari akan semakin banyak pembelinya.
Namun, harapanku tinggal harapan. Semakin hari, bukannya semakin bertambah pembeli, tapi bahkan tak ada lagi orang yang mampir seiring kudengar gerutuan beberapa pembeli sebelumnya:
”Rasanya hambar!”
”Cokelatnya sedikit!”
”Huh, sudah mahal, porsinya kecil!”
Tak lama kemudian, aku pun terpaksa menutup bisnis Martabak Sehat. Aku gagal lagi. Tapi, paman tetap tidak marah. Ia malah berkata, ”Tak ada seorang pun yang berhasil di bisnis-bisnis awal mereka. Kau harus terus bangkit!”
Aku tahu. Kupikir aku memang kurang mengenali calon pembeliku. Tawaran hidup sehat tentu tak akan dipilih semua orang. Itulah kesalahanku.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
