Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Juli 2023, 13.45 WIB

Tung Piong

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

Dia pulang dari pesta pernikahan itu dengan kondisi setengah mabuk. Berjalan kaki. Tembakau gulung di tangan. Mata sedikit kunang-kunang.

CEKIK atau tikam?” seseorang yang mengawasinya bertanya ke temannya. ”Gorok? Baik.”

Tiba-tiba pisau tuak terhunus dan mengiris secepat angin. Darah muncrat dari leher. Mata putih lelaki itu membelalak. Dia jatuh bedebum ke tanah.

”Sudah selesai?”

”Belum.”

”Terus?”

”Tunggu sampai tana pu’an datang.”

***

Pesta itu ramai sekali. Anak lelaki polisi Minggus menikahi putri sulung camat Weko. Biaya acara tiga ratus juta. Daging tumpah ruah. Arak bergelimangan seolah seseorang telah membuat mukjizat; mengubah air menjadi arak.

”Saya pulang duluan,” kata lelaki itu.

”Sudah mabuk kah Oom Tobias?” tanya seorang pemuda.

”Besok masih ada urusan.”

”Takut minum dengan kami? Di sini tidak ada racun,” sergah pemuda lainnya.

Dia bangkit berdiri, meninggalkan para pemuda yang terus menggerutu dan suara-suara yang tak lagi dikenalinya. Lampu kilat seperti pub Flamboyan menghantam dari bubungan tenda besi. Musik menggempar bumi. Suara dan wajah manusia tampak samar-samar.

Istrinya telah berpesan agar dia harus pulang sebelum angkot pasar membelah kampung. Esok pagi-pagi sekali, mereka hendak ikut tung piong di kampung sebelah di dekat kaki gunung. Tadi keduanya sempat bertengkar. Antoneta Wisang, istrinya itu, menyarankan suaminya agar menghindari pesta. Namun, lelaki itu mengelak dan mengatakan hendak tunjuk muka ke orang-orang kampung.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore