
ILUSTRASI GORYEO
PADA masa Kerajaan Goryeo, ada seorang putri yang suka menangis. Nama Putri Chong Gang. Raja kadang mencandainya dengan mengatakan bahwa jika ia selalu menangis, ia akan dikawinkan dengan seorang laki-laki bodoh bernama Hyung Dai. Hyung Dai adalah lelaki pendiam, tapi ramah dan suka tersenyum. Meskipun dihina orang, Hyung Dai tidak pernah marah. Ia tetap tersenyum kepada orang marah atau menghinanya. Itu sebabnya banyak orang menganggap Hyung Dai seorang bodoh.
Chong Gang tidak begitu mengenal Hyung Dai. Beberapa kali ia melihat lelaki itu di pasar dan di jalan. Suatu kali Ia menyaksikan orang lain menghina Hyung Dai sebagai lelaki bodoh. Akan tetapi, Hyung Dai, tidak marah. Malah tersenyum ramah. Chong Gang heran melihat sikap Hyung Dai. Menurutnya, Hyung Dai seorang yang baik dan jujur. Jadi meskipun ditakut-takuti raja akan dinikahkan dengan Hyung Dai, Chong Gang tidak merasa takut. Bagi Chong Gang, Hyung Dai tetaplah lelaki ramah yang suka tersenyum. Jadi kenapa ia harus takut?
Saat usia Chong Gang mencapai 16 tahun, raja berniat menikahkan puterinya itu dengan seorang pangeran dari kerajan tetangga. Akan tetapi, Chong Gang tidak mau menikah dengan pangeran itu. Ia justru ingin menikah dengan Hyung Dai, lekaki ramah yang terlihat bodoh itu. Raja heran dan berusaha membujuk. Akan tetapi, Chong Gang tetap memilih Hyung Dai. Akibatnya raja menjadi marah dan mengusir Chong Gang dari istana.
Chong Gang berkunjung ke rumah Hyung Dai. Lelaki itu menerima dan menghormati Chong Gang, puteri raja. Hyung Dai mengizinkan Chong Gang untuk tinggal di rumahnya. Chong Gang terkesan sekali dengan sikap Hyung Dai. Untuk membalas kebaikan Hyung Dai, Chong Gang mengajarkan Hyung Dai berbagai macam pengetahuan yang selama ini dipelajarinya di istana. Sebagai puteri raja, sejak kecil Chong Gang dididik oleh guru-guru hebat.
Raja mengundang guru terpilih dari seluruh negeri untuk mengajar dan melatih putra-putrinya. Guru-guru itu mengajarkan pelajaran membaca dan menulis, serta pengetahun umum. Ada juga guru tentang obat-obatan, beladiri, hingga ilmu perang. Selama tinggal di rumah Hyung Dai, Chong Gang mengajarkan semua pengetahuan dan keterampilan itu kepada Hyung Dai. Mulanya Hyung Dai agak sulit mengikuti pelajaran itu.
Akan tetapi karena rajin dan tekun, akhirnya Hyung Dai bisa menguasai berbagai ilmu dan keterampilan yang diajarkan Chong Gang. Melihat perkembangan itu, Chong Gang menjadi senang. Menurutnya, Hyung Dai sebenarnya adalah seorang pintar yang rendah hati. Bertahun-tahun Chong Gang tinggal di rumah HyungDai. Selama itu pula, Hyung Dai menyediakan seluruh kebutuhan untuk hidup sehari hari. Sejak dari bahan makanan, memasak hingga pakaian.
Pada suatu hari, kerjaan Goryeo diserang oleh kerajaan tetangganya. Pasukan dari kerajaan tetangga amat kuat, sehingga kerajaan Goryeo menjadi kucar kacir. Pasukan negara lain itu bahkan berhasil membunuh panglima perang kerajaan Goryeo. Melihat penglima pasukan tewas, anggota pasukan menjadi gentar dan khawatir sekali. Beberapa prajurit menjadi takut dan kehilangan harapan. Pada saat genting itulah, muncul seorang pahlwan tak dikenal yang membantu pasukan Goryeo.
Pahlawan tak dikenal itu berperang dengan gagah berani. Dengan taktik dan kemampuan yang hebat, ia dengan cepat mengalahkan pasukan negara tetangga. Pasukan lawan berhasil diusir. Kerajaan Goryeo akhirnya selamat dari serangan kerajaan tetangganya. Hingga perang selesai, tak ada yang tahu siapa nama pahlawan itu.
Raja telah mendengar tentang pahlawan tak dikenal yang berani dan berhasil mengusir pasukan kerajaan tetangga. Raja bertanya pada anggota pasukan dan panglimanya. Tapi tak ada yang tahu. Akhirnya Raja memerintahkan pada prajurit istana untuk menyelidiki tentang pahlwan tak dikenal itu. Setelah beberapa lama, akhirnya prajurit mengetahui bahwa pahlawan hebat itu ternyata adalah Hyung Dai. Raja segera memerintahkan prajurit untuk menjemput Hyung Dai.
Di istana, raja bertanya bagaimana Hyung Dai bisa menguasai ilmu perang. Padahal selama ini dia dikenal sebagai lelaki bodoh yang pemalu. Dengan jujur hyung Dai menceritakan bahwa ia diajar dan dilatih oleh Chong gang, puteri raja yang melarikan diri dari istana.
Raja memerintahkan untuk menjemput Chong Gang. Raja mengucapkan terima kasih dan memberi hadiah pada Hyung Dai. Selain itu, Hyung Dai juga diangkat menjadi panglima kerajaan, untuk menggantikan panglima yang terbunuh dalam perang.
Kini menjadi Raja senang sekali karena puteri yang disayanginya telah kembali. Ia tentu juga senang karena memiliki seorang panglima hebat yang rendah hati. Beberapa bulan kemudian raja menikahkan Chong gang dengan Hyung Dai. Pesta pernikahan diadakan dengan meriah. Rakyat merayakan pernikahan itu dengan bergembira. Hyung Dai dan Chong Gang hidup bahagia.
*) Dosen Jurusan Sastra Indonesia, FIB, Universitas Andalas, Padang. Saat ini sedang menjadi dosen tamu di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Global Campus, Korea Selatan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
