***
Setelah satu bulan hujan masih berlangsung, hanya berhenti dua atau tiga jam sebelum mengguyur lagi. Sungai-sungai meluap dan menghanyutkan pohon-pohon serta ternak warga. Ladang-ladang perkebunan terendam dan tenggelam di bawah genangan air. Air sungai keruh kecokelatan dan berarus deras. Para warga yang tinggal di hilir sungai diperingatkan agar tidak berdiri dekat tebing. Banjir bukan lagi sekadar peringatan. Di desa-desa tetangga banjir bahkan telah di depan mata. Mengingat hujan terus mengguyur, banjir akan merata di seluruh kecamatan. Orang-orang mengungsi di balai desa, atap-atap gereja, masjid, rumah-rumah dua lantai, sampai pohon durian, tapi ternyata air terus menjangkau ketinggian. Ketika tembok bendungan rumpal, air mengempas menenggelamkan permukiman warga.
Semula rumah Moses adalah rumah terakhir yang bertahan di tengah luapan banjir. Namun, kurang dari 24 jam kemudian lantai mulai berderak dan bangunan rumah berguncang. Saat itu Moses sudah baikan, tapi setengah tubuhnya mengalami lumpuh. Ayumi, Ivan sang suami, dan kedua anak mereka kebetulan baru tiba satu minggu lalu. Ketika peringatan banjir digaungkan pertama kali, mereka hendak kembali ke tempat Ivan bertugas, tapi jalan penghubung antarkota terhalang longsor. Maka Ayumi dan keluarga kecilnya kembali ke rumah bahtera sang ayah. Hosea dan Jihan sama tak bisa ke mana-mana, begitu pula Dinar dan Gala. Mereka semua mengungsi di lantai dua rumah bahtera itu, berharap dinding-dinding lantai satu cukup kokoh untuk bertahan sampai air surut. Harapan yang tidak pernah jadi kenyataan.
Tepat tengah malam, rumah itu tercerabut dari struktur fondasi. Dalam satu dorongan berkekuatan magis dari bawah permukaan air, rumah itu terangkat, kini benar-benar menjadi bahtera. Di atasnya Moses yang setengah lumpuh, istri, ketiga anak dan ketiga menantu, serta para cucu berpegangan di kusen-kusen pintu, jendela, dan langkang. Saat itu ketinggian air menyamai bukit-bukit dan pegunungan. Sejauh matamemandang, tak tampak lagi apa-apa di sekeliling mereka kecuali perairan berwarna cokelat yang terus bergerak, menyeret bahtera itu tanpa arah.
Arus dan gelombang air membuat bahtera sesekali berguncang hebat. Moses sekeluarga terseret kian kemari, tersaruk-saruk mencoba berdiri sebelum rumpal kembali. Anak-anak dan para perempuan menangis. Bahtera mencapai kemiringan yang mengerikan. Yang tak sanggup berpegangan erat akan jatuh ke dalam air, hilang untuk selamanya. Moses orang pertama yang nyemplung ke dalam air, disusul Ivan, disusul Hosea, lalu yang terakhir Gala. Anung menatap kepergian suami, kedua menantu, dan anak kesayangannya dengan perasaan tawar. Cucu yang paling kecil berpelukan di tubuhnya, gemetar tapi sekuat akar beringin.
Dinar memejamkan mata erat-erat, tak tahan melihat lebih banyak kematian. Betapa ingin ia menyusul Gala ke dalam arus pusaran, tapi ia tak punya nyali. Padahal harapan hidup setipis jaring laba-laba. Ditatapnya keluarganya yang tersisa: Anung, Ayumi, Jihan, dan anak-anak. Jika satu orang saja terjatuh lagi, ia tak akan ragu untuk melepaskan pegangan. Namun, mereka yang tersisa sanggup berpegangan di pagar langkang berminggu-minggu kemudian hingga kemiringan bahtera berkurang. Saat itu semua orang sudah mati rasa untuk sekadar merasa sedih atas kehilangan. Pada hari keempat puluh, air akhirnya surut dan bahtera itu terdampar di kaki gunung. Empat perempuan dan lima anak kecil. Konon mereka bertahan dengan menggasak apa saja yang mengapung di air, termasuk burung-burung yang singgah memijakkan kaki di geladak. Ketika ditemukan, kondisi mereka mengenaskan tinggal tulang berbalut kulit, tapi anehnya, masih bernapas. Berpasang-pasang mata berbinar memancarkan kehidupan. (*)

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Tak Ada Timnas Indonesia U-17! Klasemen Runner-up Terbaik Piala AFF U-17 2026 Usai Thailand Dikalahkan Laos
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
