Tapi, lagi-lagi Danu tidak merisaukan hal itu. Satu-satunya yang terbayang dalam benaknya adalah Toha karena selain Wiro, Toha-lah yang selama ini bersedia menerimanya. Semalaman Danu memikirkan lagi nasib bapaknya, kisah Toha, lalu hidupnya sendiri. Pada saat dia kembali mengingat tiga orang yang dulu bertamu ke rumahnya, seketika di benaknya muncul ide. Danu ingin mengajak Toha bekerja sama untuk membuat rekayasa. Danu sudah tahu caranya agar Toha sepakat dengan rencana itu. Ketika dini hari menjelang, diam-diam Danu berjalan menuju hutan, tempat di mana Toha tinggal.
Selang beberapa hari sejak Danu menemui Toha, desa itu kedatangan seorang lelaki buruk rupa. Tidak ada yang mengenali bahwa lelaki itu sesungguhnya adalah Toha. Penyelamatan Wiro terhadap Toha rupanya tidak bisa menyelamatkan wajahnya. Ketika luka itu kering, wajahnya tidak dapat pulih seperti semula, bahkan menjadi sangat berbeda dengan aslinya.
Dengan tenang Toha keliling desa, menyambangi rumah-rumah warga. Pada mulanya orang-orang mengira dia pengemis, tapi setiap kali tuan rumah menemuinya dan hendak memberi uang, Toha berkata: ”Saya bukan peminta-minta. Saya sekadar ingin menyampaikan pesan orang-orang suci. Selagi masih ada kesempatan, berdoalah dan bertobatlah. Allah akan memberi kemudahan.”
Menjelang malam, usai Toha berkunjung ke rumah warga, dengan sangat hati-hati dia menuju rumah Danu lewat kebun belakang, lalu masuk di lumbung bawah tanah. Ketika tengah malam tiba, giliran Danu keluar untuk menaruh bingkisan yang berisi bahan makanan di setiap depan pintu rumah warga.
Esok harinya Toha keluar rumah, juga melalui kebun belakang, lalu kembali keliling menyambangi rumah warga. Namun, rumah-rumah itu kosong dan Toha mendapat kabar bahwa warga desa itu telah berkumpul di alun-alun. Toha gegas ke sana, dan ketika dia tiba di alun-alun, semua orang serempak menangkupkan tangan, tanda menghormati. Lantas ada orang bicara mewakili warga ”Maafkan kami yang tidak mengeri siapa engkau, tapi yang pasti kami tahu perkataan engkau terbukti. Maka kami menaruh harapan, bahkan jika engkau wali, kami semua percaya.”
Toha mengulangi apa yang pernah dia katakan bahwa dia hanya disuruh menyampaikan pesan orang-orang suci. Sementara orang yang mewakili mereka menyampaikan sebuah permintaan. Mereka berjanji mengikuti Toha jika bisa dia mengabulkan satu permintaan mereka.
”Apa yang kalian mau?”
”Kami minta hujan.”
Toha langsung memberi tanggapan bahwa jika mereka benar-benar mau berdoa, hujan akan datang. Jika pun tidak terkabul, hal yang sangat mungkin karena di desa itu ada penjahat yang bebas berkeliaran.
Apa yang Toha katakan adalah pesanan dari Danu. Danu punya keyakinan, jika para penjahat mendengar hal itu, hidupnya tidak akan tenang. Dengan begitu, dengan terpaksa mereka akan keluar dari persembunyiannya. Dan pada saat itu Danu dan Toha akan melakukan aksinya, membunuh mereka semua. Danu menyadari hal itu bukan tanpa risiko karena jika warga tahu siapa jati dirinya, atau jika hujan tidak turun, malapetaka yang lebih besar akan terjadi.
”Kami akan berdoa bersama,” sahut orang itu diikuti gemuruh sepakat dari warga.
Ketika Toha bertemu Danu dan menyampaikan kejadian itu, keduanya benar-benar bingung. ”Kenyataannya kita tidak pernah bisa membuat hujan,” bisik Toha.
Meski seluruh warga sudah berdoa, esok harinya hujan tidak datang, bahkan sampai dua hari setelahnya pun hujan tidak turun juga. Di saat Danu dan Toha sudah mulai pasrah, di hari ketiga jelang siang depan rumah Danu seketika ramai suara orang, ada suara ketukan di pintu rumah Danu.
Dalam kepanikan itu Danu memberanikan diri membuka pintunya. Begitu pintu terkuak, terlihat serombongan warga telah berdiri di teras dengan membawa empat jasad. ”Dari awal sebenarnya kami sudah tahu bagaimana mereka. Tapi, baru sekarang kami berani melakukannya,” ucap salah satu warga. (*)
*) Yuditeha, Penulis yang tinggal di Karanganyar. Pendiri Komunitas Kamar Kata.

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
8 Rekomendasi Kuliner Bebek Terenak di Jogja: Sambal Menyala, Porsi Melimpah dan Rasa Istimewa
9 Rekomendasi Gudeg Koyor Paling Nendang di Semarang, Kuliner Tradisional dengan Rasa Sultan
7 Rekomendasi Brongkos Paling Ngangenin di Jogja, Kuliner Khas dengan Rasa Manis Gurih Pedas
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung Terkait Perkara Tambang
13 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Jogja, Kuliner Kaki Lima yang Rasanya Bak Resto Bintang Lima
15 Tempat Kuliner di Jogja untuk Sarapan Pagi Paling Murah Meriah tapi Rasa Tetap Istimewa
Rekomendasi Kuliner Sate Kambing Terenak di Jogja: Daging Empuk di Lidah, Bumbu Meresap Sempurna
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs Madura United di Derbi Suramadu! Misi Bangkit di Hadapan Bonek
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Madura United! Momentum Bernardo Tavares Buktikan Magisnya di GBT
