Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2024, 13.26 WIB

Pendulum

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

”Kita bisa membuat pengembangan,” kata Wanto.

”Membuka rest area di tempat lain?” tanyaku.

”Mengapa tidak?”

Kami menyewa lahan yang lebih luas di tempat lain untuk usaha yang sama. Rest area yang lebih besar, yang bahu jalannya lapang untuk parkir truk. Dan pemasukan yang lebih besar pula. Kali ini Wanto meminta 50 persen.

Dua usaha itu sesungguhnya tidak membutuhkan banyak kerja Wanto. Setelah melihat bahwa selama ini pekerjaan Wanto sekadar menengok rest area dan usaha itu sendiri berjalan seperti pendulum, menyerahkan 40 persen dan 50 persen dari hasil kedua usaha itu tampak seperti menguapkan uang.

Usaha itu sudah jalan dengan sendirinya. Wanto juga sudah mendapatkan banyak uang dari sana, tanpa risiko apa-apa. Jadi, mengapa apa aku terus membagi hasil dengan Wanto?

Aku berpikir untuk memecatnya. Tentu saja, aku membutuhkan alasan untuk itu.

Ketika kedua anak-anakku sudah sekolah di PAUD, istriku menjadi sering menengok dapur rest area itu dan tentu saja bertemu Wanto dan mereka mengobrol dan bukan tidak mungkin pada suatu waktu akan selingkuh.

Selingkuh.

Aku mendapatkan ide itu. Aku menuduh Wanto menyelingkuhi istriku. Wanto mengelak, tetapi aku menjadi pernah menjadi pemain drama di kampus dulu dan sekarang aku mempraktikkannya sebagai antagonis yang sempurna. Kami bertengkar dan Wanto membawa masalah ke pengadilan perdata.

Aku seorang sarjana hukum. Meskipun secara ilmu aku tidak pintar, aku mengenal orang-orang hukum. Aku tahu bagaimana melakukan kompromi.

Akhirnya aku berhasil menyingkirkan Wanto meskipun dengan pesangon yang cukup besar.

Sampai beberapa tahun kemudian pendulum itu terus bergerak dan aku membeli sebuah rumah besar yang mewah, mobil baru, dan gaya hidup baru.

Aku tidak meluputkan sebuah fakta bahwa gerak pendulum pada akhirnya akan melemah dan berhenti, tetapi aku tidak pernah mengira akan secepat ini. Perubahan terjadi bermula dengan dibangunnya jalan tol yang menghubungkan dua kota besar yang melintasi kotaku. Jalan tol itu membuat pengemudi melintas lesat dan tidak melewati rest area kami. Pengendara-pengendara motor pun melaju di jalan yang lapang dengan gegas dan tak perlu berhenti untuk istirahat.

Usahaku menuju bangkrut.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore