
ILUSTRASI
Ihwal I: Seorang perempuan yang tidak diketahui nama sebenarnya, namun orang-orang menyebutnya Er tertawa terkekeh-kekeh di tempat pemberhentian minibus di dekat pom bensin yang terletak di mulut jalan keluar dari Kota Lhokseumawe. Perempuan itu menunjuk-nunjuk ke arah salah satu agen minibus (jangan kamu bayangkan agen seperti mata-mata negara tetangga, agen di sini merujuk ke orang yang menggaet calon penumpang ke satu minibus, kemudian menagih ongkos dan meminta komisi ke sopir, dan mereka tidak bekerja secara resmi pada satu perusahaan pengangkutan tertentu, karena ini bukan tempat pemberhentian minibus resmi) yang rambut keritingnya diikat ke belakang.
”Apa lihat-lihat! Kau suka padaku?” Er menyunggingkan senyum, lesung pipitnya terbentuk manis sekali. Agen berambut keriting membalas samar senyuman perempuan itu, tapi kemudian berlari menjemput calon penumpang yang kesusahan membawa tas dan sebuah kotak di seberang jalan.
”Mau ke mana kau! Bilang saja kau ingin merayuku, Sabri. Jangan pura-pura tidak melihatku!” Perempuan itu hendak mengikuti agen berambut keriting, sebuah sedan dari arah Kota Lhokseumawe membunyikan klakson, diikuti bunyi ban mobil direm mendadak dari sebuah mobil bak terbuka di belakangnya. Er malah tertawa terkekeh-kekeh. Perempuan berkulit putih yang tersamar debu jalanan itu sudah teralih pada seorang pemuda berkemeja, mungkin seorang dosen muda atau seorang pegawai pemerintah (karena hari itu hari Jumat) yang baru turun dari becak.
”Hai, Sabri! Kau datang menjemputku?”
Pemuda berkemeja memegang tali tas ranselnya, tidak menghiraukan Er, berjalan ke minibus biru yang berada paling depan.
”Sabriii!” Er berteriak histeris.
Pemuda berkemeja berbalik, kesibukan di pinggir jalan nasional itu terhenti sebentar, satu-dua penumpang melongokkan kepala dari jendela minibus yang terparkir di pinggir jalan. Anak empat tahun yang diseret ibunya ikut menangis. Er malah tertawa-tawa senang, lalu ia mulai menari, berputar-putar di atas trotoar, sambil bernyanyi dengan merdu, Sabri milikku, Sabri cintaku, Sabri-Sabri harus dikebiri.
Pemuda berkemeja hendak kembali berbalik, seorang agen berkacamata hitam memanggilnya dari pintu sebuah minibus. Pada saat itulah Er menyingkap roknya, tak ada apa-apa di balik rok berbunga-bunga itu. Ibu yang menyeret anaknya meletakkan tas cangklongnya di depan wajah si anak sembari beristigfar.
Seorang agen berteriak, agen lain bersiul, hanya agen berambut keriting yang menundukkan wajah. Merasa disemangati Er berbalik membelakangi pemuda berkemeja, lalu membungkuk tanpa menurunkan roknya, sekuntum mawar mewah muda mekar di antara kedua bongkahan pantatnya yang putih. Sopir dan kernet minibus datang mendekat dengan bersemangat, beberapa perempuan menundukkan wajah sambil berkasak-kusuk.
”Dasar gila!” teriak agen berkacamata hitam yang akrab dengan perilaku wanita tersebut.
Ihwal II: Belum sanggup ditulis bahkan dalam sanubari saja.
Ihwal III: Aisha Salbi, kembang desa Arakundou, membenarkan letak kain selendangnya, lalu berpamitan pada ibu-bapaknya, ”Mak, Pak! Aku berangkat ngaji dulu. Sudah telat.”
Ia mencium tangan perempuan paling ia sayangi dan laki-laki paling ia hormati secara bergantian. Lalu berlari keluar rumah, tapi kemudian kembali lagi dan berlari ke kamarnya.
”Lupa ini!” tangannya mengangkat seplastik jambu merah. ”Untuk makan bersama teman-teman sehabis ngaji.” Ia tersenyum ke arah kedua orang tuanya, sepasang lesung pipit di sudut bibir terlukis indah. Lalu dara itu kembali berlari ke luar rumah menuju ke sebuah bangunan bertiang dekat menasah kampung.
Sang bapak tersenyum menggeleng-geleng kepala sambil menatap sang ibu, ”Kapan anak kita dewasa, Bu?”

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
