
ILUSTRASI
Dari situ, Chika nekat kabur, memilih tidak kembali ke tempat bapak kos. Ia muak dengannya. Berjam-jam Chika menyusuri kota dengan taksi, akhirnya ia menemukan rumah kos dalam arti sebenarnya. Di rumah kos baru ini Chika mengaku sebagai karyawati toko roti. Padahal, ia tetap tenggelam dalam dunia prostitusi. Sudah kadung basah, katanya. Memanfaatkan MiChat, Chika berani menjajakan diri. Ia mengganti nomor teleponnya agar bapak kos, bandot tua, penghuni kos lama, kerabat, dan lain-lainnya tidak bisa menghubunginya. Ia ingin hidup dengan suasana dan orang-orang baru.
Lambat laun, Chika tampil sebagai primadona dalam orbit pelacuran kaum elite. Parasnya yang cantik, kulit putih, dan tubuh ranum menjadi kail untuk membangunkan berahi para hidung belang papan atas. Ia pun membanderol diri dengan harga selangit. Hidung belang kelas kampung silakan minggir! Dari jerih payah menjual tubuh inilah saldo Chika menggelembung. Ia pun pindah ke apartemen middle class di barat kota.
Desir angin menyusup dari pintu kaca yang sedikit terbuka, menggerayangi tubuh telanjangnya. Chika menggigil. Ia mengenakan sweter panjang, lalu berjalan menuju balkon. Dari JC Marion lantai 27 ia melihat Surabaya seperti labirin pembuluh darah yang berpendar.
Pikirannya melayang-layang. Wajah ayah dan ibunya terbayang-bayang. Tapi hanya sebentar. Kemudian wajah cleaning service di apartemennya mendadak mengudeta indranya. Sudah sejak lama, sejak pindah ke apartemen itu, Chika jatuh cinta padanya. Di matanya, cleaning service itu adalah laki-laki sempurna untuk dijadikan suami; rajin ibadah, sopan, dan baik hati. Bahkan, Chika pernah memberanikan diri melamarnya, tapi hanya dibalas dengan senyuman, tanpa kata-kata.
Tepat pukul delapan, telepon genggamnya berdering. Chika meninggalkan balkon dan masuk ke kamar, mengangkat panggilan.
”Aku batal ke sana. Istriku kena serangan jantung.”
”Aku makan gaji buta dong, Om?”
”Ah, santai.” Sambungan telepon putus.
Oleh sebab pikirannya sudah kadung menjurus ke cleaning service pujaan hatinya, Chika memberanikan diri untuk meneleponnya. Pada dering ketiga, panggilan itu diangkat.
”Halo, Mbak Chika. Wastafel di kamar Mbak Chika mampet lagi?”
”Aku di JC Marion, Mas. Bisa ke sini? Aku butuh teman ngobrol.”
”Maaf, Mbak. Nggak Bisa.”
”Kenapa, Mas?”
”Aku menghormati kekasihku. Kemarin aku dan dia resmi bertunangan.”
”Oh…” air mata Chika meleleh.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
