
Anthony Sinisuka Ginting
JawaPos.com - Pebulu tangkis putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengaku ia sangat kelelahan di sepanjang tahun 2018 lantaran banyaknya turnamen yang harus ia ikuti.
Seperti yang sudah diketahui, Ginting sudah mengikuti setidaknya 12 turnamen BWF World Tour sesuai ketetapan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di mana para pemain top dunia harus mengikuti aturan tersebut. Ginting mengatakan, dibanding tahun 2017 lalu, tahun ini jauh lebih melelahkan karena aturan tersebut.
"Pasti ngaruh banget sih. Apalagi (aturan ikut 12 turnamen, Red) baru ditetapkan tahun ini. Berasa beda ketimbang 2017 kemarin. Musim ini benar-benar tidak ada waktu pulang untuk latihan atau istirahat," kata Ginting, Jumat (7/12).
Ginting menuturkan, meski kadang ada jeda turnamen selama dua pekan, waktu tersebut tidak cukup untuk istirahat. Pasalnya, ia harus kembali mempersiapkan dirinya untuk menghadapai turnamen berikutnya.
"Nggak cukup. Kalau selama satu minggu itu nggak latihan, kondisi badan pasti turun. Karena turnamennya beruntun, otomatis kondisi badan dan pikiran mesti dijaga, tidak boleh sembarangan," kata Ginting.
Menurut Ginting, ada baiknya jika BWF mengurangi jumlah turnamen wajib dalam setahun. Delapan turnamen BWF dalam setahun dinilainya menjadi angka yang paling ideal.
"Kalaupun harus 12, itu sudah termasuk turnamen di luar agenda BWF, seperti Asian Games, dan Thomas Cup gitu. Jadi paling nggak sebulan ada satu atau dua turnamen lah," ujarnya.
Ginting akan berpartisipasi di BWF World Tour Finals 2018 yang akan bergulir pada 12-16 Desember mendatang di Guangzhou, Tiongkok. Turnamen ini bakal menjadi turnamen intetnasional terakhir Ginting di tahun ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
