Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2017 | 17.18 WIB

Cakap Berbahasa Inggris Adalah Syarat Mutlak Wasit Bulu Tangkis Dunia

Tak hanya cakap dalam memimpin sebuah pertandingan, wasit Indonesia juga harus memiliki kemampuan bahasa Inggris untuk mendapatkan lisensi Asia maupun BWF - Image

Tak hanya cakap dalam memimpin sebuah pertandingan, wasit Indonesia juga harus memiliki kemampuan bahasa Inggris untuk mendapatkan lisensi Asia maupun BWF

JawaPos.com - Kemampuan berbahasa Inggris rupanya menjadi batu sandungan terbesar bagi wasit bulu tangkis Indonesia untuk memperoleh lisensi dari Asia maupun BWF. Tak heran bila Indonesia hanya mepunyai empat wasit berlisensi BWF, dan 14 wasit bersertifikat dan terakreditasi Asia.


Untuk mendapatkan lisensi wasit Asia hingga BWF memang tidak mudah. Para peserta harus melalui ujian tertulis dan ujian praktek. "Untuk wasit internasional, nilai teorinya harus mencapai angka 80 atau lebih, dan nilai prakteknya juga harus mencapai level baik, yakni di atas 80," ucap Assessor PP PBSI Wahyana.


Wahyana menambahkan, dalam ujian tersebut para wasit peserta akan dinilai bagaimana performanya di lapangan, bagaimana cara mereka menangani sebuah kasus, serta apakah mereka bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saat berdiskusi dengan assessor.


"Kelemahan kita yang lalu-lalu adalah kemampuan bahasa Inggris yang rendah. Kami akui itu. Bahkan teman-teman tidak bisa mencapai level Asia atau BWF karena kemampuan bahasa Inggrisnya kurang," ungkap Wahyana.


Akibat penguasaan bahasa Inggris yang minim, para wasit yang berjuang mendapatkan lisensi ini akan kesulitan ketika menghadapi suatu permasalahan atau soal. Imbasnya pun fatal. Menurut Wahyana, hal itu akan berakibat misunderstanding atau tidak tahu persis apa yang dimau dari soal tersebut.


"Kalau mereka diberikan soal dalam bahasa Indonesia mungkin mereka bisa menjawabnya. Soalnya wasit Indonesia itu cerdas. Tapi karena kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas, mereka menjadi tidak paham dengan apa yang dimau soal, sehingga mereka salah menjawabnya," beber Wahyana.


Kondisi tersebut mulai membaik sejak tahun 2013 lalu hingga saat ini. Wahyana mengatakan jika Indonesia boleh dikata sudah mempunyai wasit yang kemampuan Bahasa Inggrisnya bagus. Kini sudah jarang ada wasit Indonesia yang gagal dalam ujian untuk mendapatkan lisensi Asia maupun BWF.


Bahkan untuk mendapat lisensi wasit A nasional saja, mereka harus cakap berbahasa Inggris. Ujiannya juga menggunakan Bahasa Inggris. PP PBSI juga melakukan langkah strategis dengam menggandeng Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai mitra untuk memajukan bulu tangkis di Indonesia.


Salah satu gebrakannya adalah menggelar Pelatihan Wasit Bulu Tangkis Appraisal Internasional di Surabaya, 4-8 November. Pelatihan ini diikuti oleh 29 wasit bulu tangkis yang berasal dari 13 provinsi di Indonesia. Wasit-wasit tersebut merupakan hasil seleksi PP PBSI.


"Sebelum ada program dari Kemenpora, jumlah peserta penataran wasit memang sedikit. Biasanya tujuh sampai sebelas orang saja. Dengan ada fasilitas dari Kemenpora, kami bisa mendapatkan peserta lebih banyak," puji Wahyana.


Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Wasit Bulu Tangkis Appraisal Internasional Yayan Rubaeni mengatakan bahwa Kemenpora tidak hanya mengadakan pelatihan wasit, mereka juga memberikan kursus bahasa Inggris kepada wasit dan pelatih.


"Setelah kita identifikasi memang kendalanya adalah bahasa Inggris. Untuk menanggulangi hal itu, sejak tahun 2016 kemarin kami sudah fasilitasi dengan kursus bahasa Inggris. Tahun 2016 kemarin ada 80 wasit dan pelatih yang kami kursuskan selama kurang lebih selama enam bulan," ungkap Yayan.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore