Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 November 2016 | 16.53 WIB

Usai Juara di Malaysia, Panji Berambisi Susul Tiga Seniornya

Panji Ahmad Maulana menjuarai Malaysia International Challenge 2016. - Image

Panji Ahmad Maulana menjuarai Malaysia International Challenge 2016.

JawaPos.com - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Panji Ahmad Maulana, baru saja menyabet gelar juara Malaysia International Challenge 2016. Gelar itu dijadikan motivasi untuk mengejar ketinggalan dari tiga seniornya.



Panji, yang datang dengan status non-unggulan, berhasil membawa pulang gelar dari Kota Kinabalu, setelah menumbangkan wakil tuan rumah, Satheishtharan R, dengan skor 21-9, 16-21, 21-12.



Kemenangan Panji di pertemuan sebelumnya atas Satheishtharan pada ajang USM Victor Indonesia International Challenge 2016, membuatnya yakin bisa kembali menundukkan pemain Malaysia tersebut.



Selain itu, Panji yang mencatat hasil kurang baik di kejuaraan yang ia ikuti sepekan sebelumnya yaitu USM Victor Indonesia International Challenge 2016, mengaku makin termotivasi untuk bisa menaklukkan panggung Malaysia International Challenge 2016. Panji ternyata juga punya motivasi yang selama ini melecut semangatnya.



“Gelar ini adalah pembuktian hasil latihan saya selama ini di pelatnas. Saya juga terpacu sama teman-teman saya seperti Ihsan (Maulana Mustofa), Jonatan (Christie) dan Anthony (Sinisuka Ginting). Saya ingin cepat menyusul mereka,” kata Panji.



Ihsan, Jonatan, dan Anthony, memang mulai menjadi andalan Indonesia untuk nomor tunggal putra. Usia ketiganya tak terpaut jauh, meski Panji masih termuda di antara mereka. 



Pada pertandingan final yang berlangsung Minggu (13/11), Panji sempat kehilangan set kedua. Kondisi lapangan yang cukup berangin ternyata diakui Panji sempat mempengaruhi penampilannya di laga puncak.



“Di set pertama, saya dapat lapangan yang tidak searah angin, jadi saya lebih enak untuk ambil poin. Saya full serang terus, pokoknya harus bisa unggul dan menang di game pertama,” ujar Panji.



“Angin sedikit memengaruhi permainan saya di game kedua, sehingga pukulan saya banyak yang keluar, saya susah mengontrol bola. Apalagi shuttlecock yang dipakai lajunya agak kencang. Pada game ketiga, saya pakai pola seperti di game pertama, lawan mainnya defense terus, jadi saya makin senang full serang,” tandasnya. (ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore