
Para pembicara membahas buku Suara dari Timur: Mengenang Ajoeba Wartabone dan Perjuangan Menuju Indonesia Bersatu dalam rangkaian UWRF 2025. (Istimewa)
JawaPos.com-Tokoh perjuangan dari Gorontalo, Ajoeba Wartabone (1894–1957), kembali mendapat sorotan dalam ajang Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025. Sosok yang dikenal dengan semboyan “Sekali ke Djokja, Tetap ke Djokja” itu menjadi topik utama dalam diskusi buku Suara dari Timur: Mengenang Ajoeba Wartabone dan Perjuangan Menuju Indonesia Bersatu, Sabtu (1/11).
Diskusi menghadirkan Prof. Dr. Anak Agung Bagus Wirawan S.U., sejarawan dari Bali; Basri Amin, S.Sos., M.A., penulis buku dan peneliti; serta Isabella Roberts, ACA, M.Sc., peneliti partisipasi publik asal Inggris. Acara dipandu oleh Maruschka Niode dan dimoderatori Amanda Katili.
Menurut Amanda, kegiatan ini mengajak publik menengok kembali kontribusi daerah dalam pembentukan Indonesia modern yang kerap luput dari narasi nasional. “Kisah Ajoeba Wartabone, an unsung hero dari Gorontalo, mengingatkan kita pada fragmen sejarah perjuangan daerah yang berperan besar dalam menjaga keutuhan Republik,” ujar Ni Wayan Wahyuni S.H.Int., M.A., dosen Universitas Udayana, di sela acara.
Buku biografi setebal 450 halaman berjudul Ajoeba Wartabone (1894–1957): Sekali ke Djokja Tetap ke Djokja, terbitan Diomedia, menelusuri gagasan dan kepemimpinan Ajoeba melalui riset arsip dari dalam dan luar negeri. Karya ini menyoroti peran Ajoeba dalam pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan diplomasi lokal pada masa awal Republik.
Salah satu kisah penting yang diulas adalah keikutsertaan Ajoeba dalam Konferensi Denpasar 1946, forum bentukan Belanda untuk menyusun sistem federal. Dalam forum itu, ia menegaskan pentingnya menjaga kesatuan bangsa dan menolak upaya pecah-belah. Sikap itu diperkuat dalam Sidang Parlemen Negara Indonesia Timur (NIT) 1947 di Makassar, ketika ia menyampaikan pernyataan ikonik: “Sekali ke Djokja, Tetap ke Djokja.”
Dalam pengantar bukunya, Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono menilai kisah Ajoeba memperluas wawasan publik tentang kontribusi daerah bagi perjuangan dan pembangunan Indonesia yang berkeadilan. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Jokowi Dikabarkan Deklarasi jadi Ketum PSI Awal November, KDM Disebut Ikut Pindah Gerbong
Ganggu Lingkungan Pemkot Surabaya Segel Usaha Potong Ayam di Tengah Kampung Bratang Gede
Madura United Bidik 3 Poin di Derbi Suramadu, Persebaya Surabaya Wajib Waspada
Tavares Janji Persebaya Tampil Trengginas Lawan Madura United Demi Dongkrak Klasemen
Prediksi Skor Lens vs Paris FC di Liga Prancis: Les Parisiens Kejar Puncak
Prediksi Skor Barcelona vs Real Madrid 26 Oktober 2026: El Clasico Sengit!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022