Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Agustus 2024 | 15.34 WIB

5 Novel Sejarah Indonesia yang Wajib Dibaca seiring HUT Ke-79 RI

Novel "Bumi Manusia" karya Pramoedya Ananta Toer

JawaPos.com - Novel adalah salah satu karya sastra yang memiliki pelbagai genre, salah satunya adalah fiksi-sejarah. Novel sejarah adalah novel yang terinspirasi oleh peristiwa di masa lalu.

Menurut H.B Jassin, dunia novel adalah realitas yang berbeda dengan dunia nyata, di mana para penulisnya memegang otoritas penuh atas dunia yang diciptakannya. Kendati begitu, banyak novel yang isinya terinspirasi dari dunia nyata.

Bagaimanapun bentuknya, novel sejarah karena gaya penulisannya, acapkali membantu pembaca untuk memahami situasi masa lalu dan untuk belajar darinya. 

Novel sejarah Pada dasarnya, ditulis untuk dapat mengadaptasi peristiwa masa lampau atau menulis ulang kisah orang-orang berpengaruh yang hidup di masa lalu, si penulis akan melakukan riset secara mendalam demi menyampaikan fakta yang akurat. 

Pada 17 Agustus nanti, Indonesia menginjak umurnya yang ke-79. Karena usianya yang sudah menginjak senja, tentu banyak tragedi yang telah dilaluinya. Untuk itu kita membaca, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang terjadi di sana. 

"Mereka yang tidak mengingat masa lalu. Dikutuk untuk mengulanginya” tulis George Santayana. 

Berikut adalah 5 novel berlatar belakang sejarah Indonesia yang wajib kamu baca! 

  1. Tetralogi Pulau Buru – Pramoedya Ananta Toer

Dinamakan Tetralogi Pulau Buru berarti ada empat buku yang bersambung yang sama-sama ditulis ketika si penulis (Pramoedya Ananta Toer) ditahan di Pulau Buru.

Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca mengambil latar belakang di era kolonialisme Belanda. Novel ini melukiskan keadaan bangsa Indonesia yang masih terkena diskriminasi oleh para penjajah.

Minke si tokoh utama berjuang untuk mendapati hak-haknya sebagai manusia yang utuh, tidak dibeda-bedakan. Dia mendambakan kehidupan yang setara seperti di Prancis yang menganut “kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan”. Keempat novel ini menceritakan tokoh Minke dari sejak menjadi siswa di H.B.S hingga dirinya mendirikan koran harian pertama yang dimiliki oleh pribumi yaitu: medan prijaji. 

  1. Laut Bercerita – Leila S. Chudori

Laut Bercerita mengambil latar belakang di Yogyakarta ketika Indonesia di bawah kendali rezim Orde Baru yang dinahkodai Soeharto.

Si tokoh utama Biru Laut Wibisana, mahasiswa UGM bersama teman-temannya mendirikan sebuah organisasi bawah tanah untuk menyuarakan kebenaran yang telah lama dibungkam. Karena dianggap berbahaya, Laut dan teman-temannya ditangkap, disiksa hingga dihilangkan. 

Meskipun kelelahan secara fisik dan batin, Laut tetap memegang prinsipnya hingga akhir hayatnya. Dengan membaca novel ini pembaca mendapat gambaran bagaimana situasi politik saat itu. 

  1. Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

Sesuai judulnya novel ini menceritakan Srintil, seorang ronggeng dari desa dukuh paruk. Ahmad Tohari menulis novel ini dari daerah kelahiran dirinya; Banyumas. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore