Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 November 2023 | 19.30 WIB

Melancong Dunia dalam Ramuan Kisah Nostalgia ala Anton Kurnia

COVER BUKU - Image

COVER BUKU

Beragam kisah tentang cinta dan maut di tangan Anton tersaji tidak berlebihan, sangat wajar, dan terasa akrab.

---

BUKU kumpulan cerpen berjudul Nostalgia (Kisah-Kisah Ganjil tentang Maut dan Cinta) karya sastrawan Anton Kurnia baru saja terbit. Buku wangi nan mungil tersebut memuat puluhan cerpen karya Anton yang berdaya tarik khas.

Dalam buku ini, cerpen-cerpen yang ditulis Anton lebih banyak berlatar cerita bukan di Indonesia. Inilah yang menjadikannya mempunyai pesona tersendiri karena pembaca diajak melancong ke ranah cerita sebagaimana berselancar di dalam globe.

Ada kisah yang berlatar cerita di Turki, Belanda, Filipina, Jerman, dan sebagainya. Di samping itu, yang juga menjadikannya unik karena kisah yang ditulis memang dipilih hanya dalam sudut pandang cinta dan maut. Dua hal ini menjadi basis eksplorasi estetika atau muatan cerita khusus yang ditawarkan kepada pembaca.

Kisah-kisah mengharukan soal hubungan asmara antarmanusia berhamburan di sejumlah cerpen. Pembaca pun menjadi bisa mengenali budaya maupun karakter orang di negara-negara tertentu.

Termasuk soal makanan, minuman, dan bahasa lokal. Aroma bumbu cerita yang menyinggung masalah sejarah dan filsafat juga menjadi sampiran yang tak bisa disepelekan ketika ditulis Anton.

Banyak informasi penting terkait sejarah dan filsafat yang juga bisa dirujuk melalui kumpulan cerpen ini. Salah satu yang mengejutkan adalah informasi tentang kecelakaan pesawat di Laut Hitam yang menewaskan orang yang menyimpan manuskrip Sunda bernilai urgen seperti yang bisa direguk dari cerpen berjudul Buku Catatan Duarte Barbosa (halaman 48–56).

Obsesi memaparkan cerita mengenai latar era kolonial juga ditelusuri secara detail oleh Anton Kurnia. Membuat pembaca dimanjakan atas kerinduan historis kisah penjajahan di tanah air.

Dari cerpen-cerpen Anton pula pembaca bisa belajar banyak hal. Salah satu yang penting untuk digarisbawahi, misalnya, muatan cerita yang tersuguhkan bisa saja ringan.

Hanya soal nostalgia asmara, namun dari hal itu justru bisa ditarik ke ranah ulasan yang meluas. Teknik narasi seperti inilah yang bisa diintip secara serius dari gaya penulisan Anton sehingga cerpen-cerpennya tidak kehilangan bobot.

Pastilah tidak ketinggalan acuan narasi dalam kisah cerpen-cerpen Anton Kurnia juga merambah kehidupan sastrawan-sastrawan peraih Nobel. Seperti Pablo Neruda yang dalam riwayat hidupnya ternyata meninggal karena diracun.

Beragam kisah tentang cinta dan maut di tangan Anton tersaji tidak berlebihan, sangat wajar, dan terasa akrab. Di situlah nilai keberhasilan aspek filsafat berperan, mencerahkan pembaca, bukan malah membuat ngeri dan menjadikan kening berkerut-kerut. Takut bukan kepalang.

Dalam khazanah kesusastraan Indonesia, apa yang ditulis Anton Kurnia menjadi sumbangan estetika yang sangat berarti. Sekilas cerpen-cerpen Anton memang seperti cerpen terjemahan. Apalagi mengingat dia juga dikenal sebagai penerjemah cerpen yang amat andal dan konsisten selama puluhan tahun.

Buku kumpulan cerpen ini juga membuktikan bahwa Anton tidak hanya mahir menerjemahkan cerpen. Namun juga piawai menuliskan cerpen bernuansa sama dengan cerpen terjemahan yang dihasilkannya selama ini. (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore