
Cover Buku
Detail-detail sentimental terkait Munir terserak di sekujur buku berbobot nyaris setengah kilogram ini. Dilengkapi dengan runtutan perkembangan kasus, Matt Easton menciptakan kisah yang tidak mungkin diabaikan.
”Kebenaran tentang siapa yang membunuh Munir adalah satu-satunya penangkal bagi sistem peradilan Indonesia yang beracun.”
BEGITULAH editorial The New York Times, surat kabar dengan oplah terbesar di dunia, mengomentari kasus Munir. Kalimat itu juga yang terpampang di sampul depan buku Kami Sudah Lelah dengan Kekerasan.
Sebenarnya, apa tawaran buku tentang kasus 20 tahun lalu yang terduga dalangnya nyaris tidak pernah tersentuh hukum setelah gagal dibui pada pengadilan terakhirnya dua windu silam? Jawabannya, sesuatu yang hilang dari peradaban media sosial kita yang serba terpecah: keutuhan.
Untuk bisa memahami ceritanya secara utuh, pembaca akan diarahkan ke perkara paling mendasar: siapa Munir?
Siapa Munir?
Pria peranakan Arab dari Malang dengan rambut kemerahan. Pria bersetelan kantoran yang mencecar militer sebagai pengecut haus kuasa dua minggu sebelum arsenik menewaskannya. Itulah dua dari sekian banyak jiwa Munir, musuh terbesar Soeharto dan kroninya sejak akhir milenium, yang berhasil digambarkan begitu jernih oleh Matt Easton dalam 457 halaman.
Dengan gaya biopik yang peka terhadap linimasa tokohnya, dia menyusuri masa lalu Munir; tentang sosok Islamis radikal yang beralih kekiri-kirian setelah membaca soal sosialisme Cile di bawah Allende; tentang kesederhanaan pria dengan cita-cita setinggi langit: mengusir militerisme dan menegakkan HAM.
Tidak hanya Munir, buku terjemahan Marjin Kiri ini memuat 41 ”karakter” yang masing-masing dapat sorotan sepantasnya. Mulai tersangka hingga istri –kamerad paling setianya– diceritakan dengan manusiawi. Sebegitu jelinya Easton sampai bisa menyelipkan canggungnya Munir ”menembak” Suci, pujaan hatinya, seorang perempuan liat aktivis buruh yang mengingatkannya kepada Ummi, ibunya yang juga pekerja tangguh.
Setelah memahami sosok Munir dan karakter lain, Matt juga mengeksplorasi jawaban atas pertanyaan: mengapa Munir (yang) dibunuh?
Kenapa Munir?
Ingat-ingat kasus apa yang ditangani Munir belakangan, yang menyeret orang-orang besar di negara ini. Dari situ mulainya. (hal 175)
Begitu kurang lebih tanggapan Bijah Subiakto, deputi VII Badan Intelijen Negara, saat kejadian, atas pertanyaan Suci soal siapa pembunuh suaminya. Cerita Munir, dan kasus-kasus yang diadvokasinya, adalah cerita tentang Indonesia di masa transisi dari kediktatoran ke reformasi yang sama sekali tidak mulus. Di sinilah pemilihan Munir sebagai pusat cerita menemukan urgensinya.
Marsinah, penculikan aktivis 1998, korban Talangsari, konflik etnis Ambon dan Poso (Munir percaya banyak keterlibatan militer di sini), adalah sedikit dari tragedi sejarah yang Munir bela mati-matian para korbannya. Sederet peristiwa yang sama dengan yang pasti dimaksud Bijah sebagai motif Munir diracun.
Begitu dramatis Matt dalam menaruh Bijah sebagai whistleblower adalah satu dari sekian contoh yang mengesankan buku ini macam serial whodunnit yang kian akhir kian terang siapa pelakunya dan mengapa Munir (yang dibunuh).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022