Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 September 2022 | 16.02 WIB

Aspek Sosioestetis Lagu-Lagu sang Raja Dangdut

COVER BUKU - Image

COVER BUKU

Pendekatan akademis yang dipakai Moh. Muzakka untuk menelaah lirik lagu-lagu Rhoma Irama adalah stilistika atau kajian yang fokus pada gaya bahasa dalam karya sastra. Artinya, lirik lagu yang menjadi objek penelaahan itu dominan bernilai sastra.

BUKU ini dibuka dengan kata pengantar langsung dari sang Raja Dangdut Rhoma Irama. Menurut Rhoma, buku berjudul Sang Raja Dangdut dalam Karya: Gaya, Estetika, Ideologi, dan Politik tulisan Moh. Muzakka, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro, Semarang, ini menelaah beberapa buah lagu miliknya secara ilmiah dan mendalam. Sedikit beraroma hiperbolis, Rhoma merasa terharu sekaligus bersyukur kepada Allah Yang Maha Alim atas terbitnya buku tersebut.

Lirik lagu tak ubahnya sebuah puisi, memuat diksi indah yang terpilih. Ada luapan emosi atau ekspresi sang pencipta lirik dalam merespons berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya. Rhoma, sang seniman multitalenta, mengejawantahkan kesenimanannya melalui lagu dan film. Ribuan lagu diciptakannya dan puluhan film telah dibintanginya.

Meskipun dikenal sebagai Raja Dangdut, substansi buku tentang lagu Rhoma ini tidak terjebak pada perdangdutan semata. Melainkan juga meninjau sisi lain figur Rhoma sebagai bintang film (aktor), dai (pendakwah), politikus, dan pengusaha (entertainment).

Rhoma eksis bermusik di jalur dangdut sejak 1970-an hingga sekarang bersama grup Soneta. Tema lagu yang diusung beragam, mulai nasionalisme, kritik sosial, kemanusiaan, percintaan, hingga keagamaan. Penggemar atau fans yang mengidolakannya pun berjuta-juta jumlahnya.

Sebenarnya Rhoma Irama sangat berbakat dalam berbagai aliran musik. Namun, karier gemilangnya dikukuhkan dengan pendirian grup musik Orkes Melayu (OM) Soneta yang didirikannya pada 11 Desember 1970 (halaman 4-5).

Pendekatan Stilistika

Pendekatan akademis yang dipakai Moh. Muzakka untuk menelaah lirik lagu-lagu Rhoma adalah stilistika atau kajian yang fokus pada gaya bahasa dalam karya sastra. Artinya, lirik lagu yang menjadi objek penelaahan itu dominan bernilai sastra.

Lirik lagu sebagai puisi popularitasnya sama dengan lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi sehingga lirik lagu memiliki jangkauan yang lebih luas penyebarannya dan keberterimaannya dalam masyarakat dibanding puisi-puisi lainnya. Maka, penelitian terhadap lirik lagu berbahasa Indonesia dari aspek stilistika sangat penting dalam pengembangan bahasa Indonesia.

Lagu Citra Cinta (1982), misalnya, mewakili periode awal karier Rhoma bermusik. Sedangkan dari periode akhir (2020) dipilih lirik lagu Virus Corona. Dari sana dapat ditelusuri gaya bahasa sang pencipta dalam penulisan lirik lagu.

Lirik lagu tergolong genre puisi sehingga dibangun sebagaimana unsur-unsur pembangun puisi, yakni unsur bunyi dan diksi yang membentuk larik-larik yang membangun wacana tertentu dengan tema dan amanat tertentu pula. Karena itu, sebagai genre puisi, lirik lagu yang diciptakan pengarang tersebut sangat mempertimbangkan unsur-unsur tersebut dalam proses penciptaannya (halaman 23).

Metode penelitian yang dipergunakan adalah library research (riset kepustakaan) secara murni tanpa penelitian lapangan seperti wawancara pada pencipta lirik. Teknik simak dan catat digunakan secara intens untuk mendukung metode guna mempermudah penganalisisan dengan pendekatan stilistika.

Dengan demikian, unsur bunyi, kata, frasa, dan kalimat dalam lirik lagu Citra Cinta dan Virus Corona itu bisa terdeteksi secara mendalam. Gaya bunyi, gaya kata, serta gaya kalimat dan wacana pun bisa terlihat nyata.

Pembaca buku ini, terlebih jika ia memiliki rasa ketertarikan (penasaran) pada lagu Citra Cinta dan Virus Corona, akan menemukan penjabaran komprehensif mengenai substansi lirik lagu tersebut. Mulai aspek bunyi, kata, hingga kalimat (wacana).

Sudut Pandang Estetika

Untuk bahasan dari sudut pandang estetika, dipilihlah lagu Seni (1987) dari periode/fase tengahan dan Buta Tuli (1990-an) dari fase puncak karier Rhoma. Ada tiga aspek nilai dalam estetika, yakni aspek nilai keindahan (hiburan), nilai faedah (pendidikan), dan nilai kamal (spiritual).

Sungguh puitis dan estetis performa lirik lagu Seni dan Buta Tuli. Perpaduan unsur asonansi, aliterasi, dan rima amat terasa sehingga memunculkan keindahan yang nyaris sempurna. Nilai faedah (pendidikan) memuat aspek moral berisi pesan pelajaran yang bermanfaat bagi pendengar lagu (lirik). Nilai spiritual yang merupakan aspek nilai tertinggi juga terasa lekat, yang bisa saja bersumber atau merujuk pada ajaran keilahian.

Lirik lagu Rhoma pun memuat nilai profetik, yang terdiri atas unsur humanisasi, liberasi, dan transendensi. Hal itu dicontohkan dalam lagu Akhlak (2019) dan Virus Corona (2020).

Aspek akhlak atau pekerti yang baik, santun, beradab menjadi pesan yang kuat dan menonjol. Namun, ada juga aspek pencegahan atau penangkalan suatu perilaku yang terlarang. Di samping itu, terdapat unsur penghambaan (keimanan) kepada Tuhan.

Aspek yang tak kalah menarik adalah pembahasan mengenai kegelisahan (kritik) Rhoma akan peran sosial perempuan. Nilai sosioestetis menjadi keniscayaan. Itu terjabarkan pada lagu Emansipasi Wanita (1980-an) yang liriknya estetis, puitis, ekspresif, dan pragmatis. Secara kodrati, perempuan itu berbeda dengan laki-laki. Perempuan berhak diberi ruang sosial asalkan tidak kebablasan atau melampaui batas. Kalau ini dilanggar, sungguh terlalu!!

Rhoma pun melontarkan kritik tajam kepada pemerintah. Itu tersurat pada lagu Indonesia (1980) yang ditohokkan pada penguasa. Antara lain tentang ketimpangan sosial si kaya dan si miskin, korupsi, tindakan memperkaya diri. Juga lagu Hak Asasi, Rupiah, Mirasantika, Judi yang diarahkan pada pelanggar norma.

Dalam khazanah politik, Rhoma pernah bernaung pada PPP (Partai Persatuan Pembangunan) berlambang Kakbah saat Pemilu 1977 dan 1982. Namun, di era pascareformasi haluan politiknya berpindah dan mendirikan Partai Idaman (Partai Islam Damai dan Aman), namun sayang sekali tidak lolos verifikasi KPU 2019. (*)

---


  • Judul buku: Sang Raja Dangdut dalam Karya: Gaya, Estetika, Ideologi, dan Politik

  • Penulis: Moh. Muzakka

  • Kata pengantar: Rhoma Irama

  • Penerbit: Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK), Kendal, Jateng

  • Cetakan: I, Februari 2022

  • Tebal: vi + 166 halaman

  • ISBN: 978-623-5852-03-4


*) IMRON SAMSUHARTO, Editor, alumnus Fakultas Sastra (kini Fakultas Ilmu Budaya) Undip, Semarang

 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore