
Ilustrasi Gula Rafinasi. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com – Wacana pemerintah yang mewajibkan industri gula rafinasi memiliki kebun tebu sendiri dinilai perlu dikaji secara lebih komprehensif. Sejumlah pengamat mengingatkan kebijakan tersebut berpotensi memunculkan tantangan baru, mulai dari kepastian investasi, keterlibatan petani, hingga kesiapan lahan dan sistem logistik.
Direktur Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan, industri gula rafinasi sejak awal dibangun sebagai industri pengolahan (refinery), bukan sebagai industri perkebunan yang terintegrasi dengan budidaya tebu.
Menurut dia, apabila perusahaan gula rafinasi diwajibkan memiliki perkebunan sendiri, maka akan muncul kebutuhan investasi baru dalam jumlah besar yang berpotensi mengganggu kepastian usaha.
“Pasti (mengganggu investasi), jadi ini kan dua hal yang sangat berbeda. Satu adalah industri untuk pengolahan, lalu mereka diminta untuk menghadapi perkebunan, itu pertama,” ujar kepada wartawan, Jumat (31/7).
Menurutnya, pengembangan perkebunan tebu juga tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan petani. Jika seluruh kegiatan budidaya diambil alih perusahaan, dikhawatirkan petani justru akan semakin tersisih, kecuali terdapat pola kemitraan yang jelas.
“Kedua perkebunan ini kan harus melibatkan sebetulnya petani. Nah kalau diambil alih perusahaan itu nanti petaninya justru akan semakin terpinggirkan, ya kecuali ya itu seperti apa kemitraan atau apapun ya,” paparnya.
Anthony mencontohkan industri kelapa sawit yang berkembang dari sektor perkebunan terlebih dahulu, kemudian terintegrasi dengan industri pengolahannya. Dalam praktiknya pun, porsi perkebunan rakyat relatif lebih kecil dibanding perusahaan besar yang terintegrasi.
“Nah kalau kita lihat, industri ini seperti di kelapa sawit sebagai contoh lah, jadi petaninya kan cuman yang sedikit aja,” tukas dia.
Anthony mempertanyakan ketersediaan lahan apabila perusahaan gula rafinasi diwajibkan memiliki perkebunan sendiri. Ia memandang kebijakan itu tidak bisa diterapkan begitu saja tanpa mempertimbangkan lokasi dan desain industri yang sudah ada.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022