
Ilustrasi industri manufaktur mesin perkakas. (Istimewa)
JawaPos.com - Prospek pasar mesin perkakas di Indonesia semakin cerah sejalan dengan pertumbuhan sektor manufaktur nasional dan lonjakan kebutuhan industri terhadap teknologi produksi yang lebih modern, efisien, dan presisi. Lembaga Ken Research memproyeksikan nilai pasar mesin perkakas Indonesia mencapai USD 4 miliar.
Momentum ini turut mendorong minat pelaku industri global untuk memperluas investasi dan memperkenalkan inovasi teknologi manufaktur di pasar dalam negeri. Potensi pasar yang besar tersebut menjadi momentum bagi edisi perdana CMES Indonesia International Machine Tool Exhibition yang akan digelar pada 3–5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran.
Pameran ini akan menghadirkan pelaku industri mesin perkakas, manufaktur, dan otomatisasi dari berbagai negara untuk menjajaki peluang bisnis, serta mempercepat adopsi teknologi industri di Indonesia.
Industri pengolahan logam kini beralih dari teknik casting biasa menuju manufaktur komponen dengan presisi tinggi. Tren ini didorong permintaan dari sektor otomotif, elektronika, infrastruktur, dan energi baru. Namun, perkembangan industri mesin perkakas di Indonesia masih berada dalam tahap awal," kata Perwakilan CMES Indonesia, Sun Xiao Li, di Jakarta, Kamis (11/6).
Sektor manufaktur menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan ekonomi nasional pada 2026. Kementerian Perindustrian (Kementerian) RI menargetkan industri manufaktur tumbuh 5,51 persen.
Faktor pendorongnya berasal dari kinerja sejumlah sektor strategis, termasuk industri logam dasar yang diproyeksikan tumbuh hingga 14 persen; industri barang logam, komputer, elektronik dan optik ditargetkan tumbuh 4,81 persen; serta industri mesin dan perlengkapan sebesar 4,78 persen.
Target tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk mempercepat hilirisasi, meningkatkan investasi industri, dan mendorong modernisasi fasilitas produksi di berbagai sektor.
Sehingga, membuka peluang bagi sektor mesin perkakas yang berperan penting mendukung aktivitas manufaktur. Seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap teknologi produksi yang lebih modern, presisi, dan terotomatisasi.
CMES Indonesia 2026 akan memamerkan berbagai inovasi terbaru di bidang mesin perkakas, pemrosesan logam, peralatan manufaktur presisi, otomatisasi pabrik, robotika, hingga teknologi industri pintar. Ajang ini juga menjadi wadah bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan bisnis, menjalin kemitraan strategis, serta mempercepat transfer teknologi guna mendukung modernisasi industri nasional.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
