Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 01.58 WIB

Meski Banyak Drama, Kontribusi Ojol ke PDB Nggak Bisa Dibilang Remeh, Indef Catat Rp 565 Triliun

Ribuan pengemudi ojek online (ojol) ramai-ramai berkumpul di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, pada Jumat (13/3) siang. (Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Ribuan pengemudi ojek online (ojol) ramai-ramai berkumpul di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, pada Jumat (13/3) siang. (Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com - Ekosistem dan layanan transportasi daring (ride-hailing) termasuk ojek online (ojol) rupanya memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi negara. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai Rp 565 triliun.

"Transportasi ojek online ini ternyata menyumbang hampir Rp 565 triliun atau setara 2,37 persen dari PDB," kata Kepala Pusat Makroekonomi Indef M Rizal Taufikurahman dikutip Jumat (5/6).

Berdasarkan riset "Masa Depan Ojek Online di Indonesia" oleh Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan Indef, angka tersebut merupakan total dari dampak langsung dan tidak langsung dari ojol. Rizal mengatakan, dampak langsung dan tidak langsung tersebut masing-masing mencapai sekitar Rp 169 triliun dan Rp 396 triliun.

Porsi kontribusi terbesar berasal dari multiplier effect/spillover lintas sektor. Kontribusi itu juga didominasi oleh ojol roda dua, yang lebih besar dibanding taksi online roda empat dengan proporsi 2,1 kali.

"Artinya, angka ini bukan angka kecil. Bayangkan, 2,4 persen terhadap PDB, angka hampir Rp 565 triliun ini, ini justru memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap multiplier effect dan spillover-nya. Artinya apa? Ojek online itu memberikan nilai tambah, ini bukan multiplier lagi, nilai tambah terhadap PDB kita, berbasis pada sektor-sektor di sistem ekonomi kita," jelasnya.

Bicara mengenai nilai tambah ojol bagi berbagai sektor terkait, Rizal memberikan contoh bagaimana ekosistem layanan ini turut membantu sektor lain seperti perdagangan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga logistik.

Riset tersebut juga menunjukkan bahwa transportasi daring ini turut menciptakan 2,62 juta pekerjaan turunan pada ekosistem UMKM dan ekonomi digital.

Sementara, ekosistem transportasi daring menyerap 2,91 juta mitra pengemudi dan berfungsi sebagai employment buffer bagi pekerja urban berkeahlian rendah-menengah atau bahkan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Jadi, tentu multiplier effect atau spillover antarsektor inilah yang kemudian memberikan impact yang cukup signifikan terhadap kinerja ekonomi kita. Jadi kita bisa lihat sekarang ojek online ini ternyata punya kontribusi yang luar biasa," ujar Rizal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore