
Ribuan pengemudi ojek online (ojol) ramai-ramai berkumpul di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, pada Jumat (13/3) siang. (Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com - Ekosistem dan layanan transportasi daring (ride-hailing) termasuk ojek online (ojol) rupanya memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi negara. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai Rp 565 triliun.
"Transportasi ojek online ini ternyata menyumbang hampir Rp 565 triliun atau setara 2,37 persen dari PDB," kata Kepala Pusat Makroekonomi Indef M Rizal Taufikurahman dikutip Jumat (5/6).
Berdasarkan riset "Masa Depan Ojek Online di Indonesia" oleh Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan Indef, angka tersebut merupakan total dari dampak langsung dan tidak langsung dari ojol. Rizal mengatakan, dampak langsung dan tidak langsung tersebut masing-masing mencapai sekitar Rp 169 triliun dan Rp 396 triliun.
Baca Juga:Mendag Teken Revisi Permendag PMSE, Aplikasi Ride-Hailing dan Akomodasi Masuk Kategori Penyelenggara
Porsi kontribusi terbesar berasal dari multiplier effect/spillover lintas sektor. Kontribusi itu juga didominasi oleh ojol roda dua, yang lebih besar dibanding taksi online roda empat dengan proporsi 2,1 kali.
"Artinya, angka ini bukan angka kecil. Bayangkan, 2,4 persen terhadap PDB, angka hampir Rp 565 triliun ini, ini justru memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap multiplier effect dan spillover-nya. Artinya apa? Ojek online itu memberikan nilai tambah, ini bukan multiplier lagi, nilai tambah terhadap PDB kita, berbasis pada sektor-sektor di sistem ekonomi kita," jelasnya.
Bicara mengenai nilai tambah ojol bagi berbagai sektor terkait, Rizal memberikan contoh bagaimana ekosistem layanan ini turut membantu sektor lain seperti perdagangan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga logistik.
Riset tersebut juga menunjukkan bahwa transportasi daring ini turut menciptakan 2,62 juta pekerjaan turunan pada ekosistem UMKM dan ekonomi digital.
Sementara, ekosistem transportasi daring menyerap 2,91 juta mitra pengemudi dan berfungsi sebagai employment buffer bagi pekerja urban berkeahlian rendah-menengah atau bahkan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Jadi, tentu multiplier effect atau spillover antarsektor inilah yang kemudian memberikan impact yang cukup signifikan terhadap kinerja ekonomi kita. Jadi kita bisa lihat sekarang ojek online ini ternyata punya kontribusi yang luar biasa," ujar Rizal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022