Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 06.15 WIB

Tumbuh Tipis, Telkom (TLKM) Raup Pendapatan Rp 37,2 Triliun pada Kuartal I 2026

Dirut PT Telkom Indonesia Tbk, Dian Siswarini memberikan paparan pada sesi Press Conference Topping Off Ceremony “Powering AI Connectivity: Batam Digital Hub” di Batam, pada Kamis, (30/10). - Image

Dirut PT Telkom Indonesia Tbk, Dian Siswarini memberikan paparan pada sesi Press Conference Topping Off Ceremony “Powering AI Connectivity: Batam Digital Hub” di Batam, pada Kamis, (30/10).

JawaPos.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 37,2 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 1,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), di tengah ketidakpastian makroekonomi global.

‎"Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya. Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara," kata Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dikutip Minggu (31/5).

‎Selain pertumbuhan pendapatan, perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp 18,0 triliun dengan margin 48,3 persen. Laba bersih tercatat Rp 4,3 triliun dengan margin 11,7 persen, sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp 5,1 triliun atau margin 13,8 persen. Arus kas operasional tumbuh 3,1 persen YoY menjadi Rp17,3 triliun, didorong oleh program efisiensi TOTEX dan disiplin penagihan.

‎Kontraksi pada laba bersih terutama disebabkan oleh dampak percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi. Tekanan tersebut bersifat transisional dan non-cash, sementara kinerja operasional secara fundamental tetap terjaga.

‎Pada segmen B2C yang mencakup mobile dan fixed broadband, Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian Rp 27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen YoY. Pendapatan rata-rata per user (ARPU) mobile meningkat 6,4 persen YoY menjadi Rp 45.100, mencerminkan kondisi industri yang lebih stabil dan rasional berkat strategi disiplin harga dan penyederhanaan produk.

‎Dian menambahkan, industri telekomunikasi masih dinilai prospektif karena konektivitas dan internet telah menjadi kebutuhan primer masyarakat. "Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik," ujarnya.

Di segmen B2B Infrastructure, pendapatan tumbuh 6,8 persen YoY menjadi Rp2,4 triliun, ditopang ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT). Mitratel selaku anak usaha di bisnis menara dan FTTT membukukan pendapatan Rp 2,3 triliun dengan EBITDA margin stabil di 82,7 persen, sekaligus memperluas jaringan serat optik sepanjang 1.080 km pada kuartal ini sehingga total kepemilikan mencapai 58.279 km.

‎Sementara itu, segmen B2B ICT mencatatkan pendapatan Rp 3,1 triliun di tengah proses restrukturisasi yang sedang berlangsung. Pendekatan yang lebih selektif dalam penjajakan kerja sama baru menyebabkan perlambatan jangka pendek, namun ditujukan untuk mendorong margin lebih sehat dan memperkuat posisi kompetitif jangka panjang.

‎Dari sisi eksekusi transformasi, realisasi belanja modal mencapai Rp 4,9 triliun atau 13,2 persen dari pendapatan, dengan 99 persen dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur segmen inti. Telkom juga tengah mempersiapkan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026, serta proses divestasi AdMedika Group yang ditargetkan selesai akhir semester pertama 2026.

‎"Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Karena itu, kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menghadirkan layanan yang semakin inklusif, serta membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas," kata Dian.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore