Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2026 | 09.20 WIB

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Tembus Rp 2 Triliun di Tengah Tekanan Industri

Melalui penguatan edukasi dan optimalisasi jalur distribusi, BCA Life sukses mencatat pertumbuhan aset hingga Rp 4,68 triliun pada 2025. (Istimewa) - Image

Melalui penguatan edukasi dan optimalisasi jalur distribusi, BCA Life sukses mencatat pertumbuhan aset hingga Rp 4,68 triliun pada 2025. (Istimewa)



JawaPos.com - Industri asuransi jiwa nasional masih menghadapi tantangan sepanjang 2025 seiring perlambatan pertumbuhan premi di tengah perubahan standar pelaporan keuangan terbaru. Namun, sejumlah perusahaan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan positif melalui penguatan distribusi, inovasi layanan, dan pengelolaan keuangan yang sehat.

Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) Eva Agrayani mengatakan, kinerja positif yang dicapai pada 2025 mencerminkan konsistensi dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. ''Kami membukukan pendapatan premi lebih dari Rp 2 triliun sepanjang 2025, tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Nilai tersebut meningkat 32,91 persen dibandingkan capaian 2024 yang sebesar Rp1,5 triliun,'' ucap dia.

Dia menambahkan,cCapaian tersebut diraih di tengah penurunan pendapatan premi industri asuransi jiwa sebesar 1,8 persen. Pertumbuhan bisnis perusahaan didukung optimalisasi kanal distribusi, terutama melalui kemitraan bancassurance bersama dan Grup BCA.

Selain premi, total aset perusahaan meningkat signifikan dari Rp 3,36 triliun pada 2024 menjadi Rp 4,68 triliun di 2025. Sementara laba setelah pajak tercatat Rp 96,61 miliar dengan total pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp 465,28 miliar.

Kinerja investasi juga mengalami pertumbuhan dengan kenaikan nilai investasi sebesar 43,67 persen menjadi Rp4,31 triliun. Portofolio investasi didominasi instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang dinilai memiliki tingkat stabilitas dan risiko terukur sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Dari sisi kesehatan keuangan, tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) tercatat sebesar 431,20 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Eva menambahkan, perusahaan optimistis menjaga tren pertumbuhan pada 2026 melalui pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, penguatan kapabilitas distribusi, serta optimalisasi pengalaman nasabah berbasis ekosistem digital.

Sepanjang 2025, mereka juga berhasil meraih sejumlah penghargaan di antaranya Indonesia Digital Innovation Awards 2025 dari Warta Ekonomi, Infobank Insurance Award 2025, serta Marketeers Editor’s Choice Award untuk kategori Sustainable Sports Marketing Campaign dan Digital Wellbeing Innovation.

Selain itu, mereka memperoleh penghargaan Top 20 Financial Institution Awards 2025 dari The Finance, Best Life Insurance 2025 dan Top Digital Financial 2025 dari Media Asuransi Insurance & Digital Financial Awards 2025, hingga CX Maestro Award 2025 dalam ajang ICSC Award.

Di sisi lain, meeeka juga mulai menerapkan standar pelaporan keuangan terbaru IFRS 17/PSAK 117 yang efektif berlaku di Indonesia sejak 1 Januari 2025 sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Implementasi standar tersebut dilakukan melalui penyesuaian sistem, proses bisnis, hingga peningkatan kapabilitas sumber daya manusia.
Penerapan IFRS 17/PSAK 117 diharapkan membuat pelaporan keuangan menjadi lebih transparan, akurat, dan konsisten sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi keuangan perusahaan. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore