
Aktivitas bongkar muat di lapangan penumpukan Terminal Peti Kemas Surabaya. (Istimewa)
JawaPos.com – Kinerja arus bongkar muat peti kemas domestik pada Maret 2026 menunjukkan tren positif di tengah momentum Lebaran Idulfitri, meskipun secara total terjadi penurunan volume dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat volume bongkar muat domestik sebesar 645.084 TEUs pada Maret 2026, meningkat 3,5 persen dibandingkan 623.532 TEUs pada Maret 2025. Kenaikan ini mencerminkan tetap terjaganya distribusi barang dalam negeri serta tingginya aktivitas konsumsi selama Ramadan hingga Idulfitri.
Di sisi lain, total arus bongkar muat pada Maret 2026 tercatat sebesar 250.352 TEUs, turun sekitar 14 persen dibandingkan 290.923 TEUs pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah penyesuaian operasional akibat pembatasan angkutan barang selama arus mudik Lebaran.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyebut perusahaan telah melakukan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran operasional. Salah satunya dengan mengoptimalkan aktivitas bongkar muat sebelum periode pembatasan serta mempercepat distribusi setelah pembatasan berakhir.
“Strategi ini memungkinkan kami menjaga kelancaran distribusi sekaligus meminimalkan potensi penumpukan di terminal,” ujar Pramestie, Rabu (15/4).
Sementara itu, arus peti kemas internasional mengalami penurunan dari 219.655 TEUs pada Maret 2025 menjadi 205.684 TEUs pada Maret 2026 atau turun sekitar 6,4 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh penyesuaian jadwal pelayaran global serta dinamika distribusi lintas negara selama periode Lebaran.
Namun begitu, secara keseluruhan IPC TPK mencatat total throughput sebesar 850.768 TEUs pada Triwulan I 2026, atau tumbuh 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 843.187 TEUs. Capaian ini menunjukkan kinerja operasional yang tetap terjaga di tengah dinamika logistik nasional.
Perusahaan juga memastikan operasional terminal tetap berjalan selama 24 jam setiap hari (24/7) di seluruh area kerja. Selain itu, koordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan pengaturan angkutan barang selama periode Lebaran.
Dari sisi wilayah operasional, pertumbuhan throughput tercatat di sejumlah area, di antaranya Tanjung Priok sebesar 1 persen, Pontianak 1,6 persen, Panjang 2 persen, serta Teluk Bayur yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,3 persen.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
