Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 13.46 WIB

Antisipasi Penumpukan Jelang Lebaran, IPC TPK Berlakukan Pembatasan Angkutan Barang hingga 29 Maret

ILUSTRASI: Aktivitas truk pengangkut petikemas tengah melakukan kegiatan bongkar muat di Terminal Petikemas Surabaya. - Image

ILUSTRASI: Aktivitas truk pengangkut petikemas tengah melakukan kegiatan bongkar muat di Terminal Petikemas Surabaya.

JawaPos.com - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memastikan operasional bongkar muat tetap berjalan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu guna mengantisipasi lonjakan arus logistik menjelang Lebaran Idulfitri 2026. Seiring dengan itu, kebijakan pembatasan angkutan barang juga sudah berlaku hingga 29 Maret 2026.

Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary menegaskan bahwa kesiapan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengaturan pembatasan angkutan barang selama masa mudik. Untuk itu, IPC TPK memastikan layanan bongkar muat tetap berjalan optimal selama 24/7, dengan dukungan monitoring intensif serta kesiapan personel operasional di seluruh lini,” ujarnya, Rabu (18/3).

Oleh karena itu, Pramestie mengingatkan pentingnya percepatan distribusi sebelum masa pembatasan angkutan barang diberlakukan.

“Percepatan delivery sebelum masa pembatasan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran rantai pasok. Dengan sinergi antara operator terminal, regulator, dan pengguna jasa, kami optimistis arus logistik nasional tetap terjaga dengan baik selama periode Lebaran,” lanjutnya.

Peningkatan aktivitas logistik nasional mulai terlihat memasuki pekan ketiga Ramadan. Di Terminal Petikemas 2 (TP2) domestik, lonjakan tercatat mencapai sekitar 37,5 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya arus peti kemas serta frekuensi kunjungan kapal yang berdampak pada kepadatan lapangan penumpukan atau Yard Occupancy Ratio (YOR).

Untuk mengantisipasi potensi penumpukan di area pelabuhan, IPC TPK telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya optimalisasi layanan gate pass, pemanfaatan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai buffer Lini 1, serta kerja sama dengan depo peti kemas di sekitar Tanjung Priok.

Selain itu, penguatan manajemen lalu lintas dan aspek keselamatan juga dilakukan melalui penempatan petugas Port Facility Security Officer (PFSO) di titik-titik rawan antrean guna memastikan kelancaran operasional.

Seiring dengan penerapan pembatasan angkutan barang pada periode 13 hingga 29 Maret, IPC TPK memproyeksikan adanya peningkatan aktivitas pengambilan peti kemas sebelum masa tersebut dimulai. Oleh karena itu, pengguna jasa diimbau untuk segera melakukan percepatan delivery menuju depo di wilayah Jakarta Utara guna menghindari kepadatan pasca Lebaran.

IPC TPK juga terus memperkuat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), instansi terkait, serta perusahaan pelayaran guna menjaga sinkronisasi jadwal kapal dan kelancaran arus logistik di seluruh terminal.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore