
Ilustrasi industri kreatif di bidang suvenir bantu dongkrak perekonomian di dalam negeri. (Istimewa)
JawaPos.com - Industri merchandise atau produk suvenir korporat kian menunjukkan potensi sebagai salah satu penopang ekonomi kreatif di Indonesia. Permintaan yang terus meningkat dari sektor korporasi hingga instansi pemerintah mendorong pelaku usaha memperkuat ekosistem produksi dan layanan terintegrasi.
Di tengah tren pertumbuhan ekonomi kreatif, bisnis penyedia seminar kit dan corporate gift menjadi salah satu segmen yang berkembang signifikan. Produk-produk seperti tas seminar, notebook, hingga souvenir custom kini tidak lagi sekadar pelengkap acara, melainkan bagian dari strategi branding perusahaan.
Salah satu pelaku industri, Troole Merchandise, melihat perubahan ini sebagai peluang untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat rantai produksi dalam negeri. Perusahaan yang berada di bawah PT Chadipa Lentera Buwana tersebut mengembangkan model layanan terintegrasi, mulai dari desain hingga distribusi.
Model ini mencakup sejumlah lini produksi seperti percetakan, konveksi, kriya, hingga distribusi barang jadi. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk, yang menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan klien korporasi.
“Souvenir kini bukan hanya produk, tetapi juga media komunikasi dan representasi citra perusahaan,” ujar Olvi, Relation Officer Troole Merchandise melalui keterangannya.
Sejak berawal dari pengembangan layanan seminarkit di Bandung pada 2014, perusahaan ini mengklaim telah menangani lebih dari 10.000 proyek dan melayani ratusan klien dari berbagai sektor. Selain itu, mereka juga menggandeng lebih dari 100 mitra binaan dalam proses produksi, mencerminkan peran industri ini dalam membuka peluang kerja dan pemberdayaan pelaku usaha kecil.
Industri merchandise sendiri diyakini memiliki efek berganda (multiplier effect) karena melibatkan berbagai subsektor seperti desain grafis, percetakan, fashion, hingga kerajinan tangan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi produk kreatif berbasis lokal.
Ke depan, pelaku industri dituntut untuk tidak hanya bersaing dari sisi harga, tetapi juga inovasi desain, keberlanjutan bahan, serta kemampuan personalisasi produk. Tren penggunaan teknik branding seperti emboss, sablon, hingga cetak digital full color menjadi indikator meningkatnya kebutuhan akan produk yang lebih eksklusif dan berkarakter.
Dengan prospek pasar yang masih terbuka luas, industri merchandise korporat diperkirakan akan terus tumbuh, terutama seiring meningkatnya aktivitas bisnis, event, dan kampanye pemasaran di Indonesia.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
