Kepala BPJPH Haikal Hassan (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan atau yang akrab disapa Babe Haikal, menegaskan bahwa sertifikasi halal kini bukan lagi sekadar kewajiban keagamaan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, halal telah bertransformasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup global.
Saat mengunjungi kantor JawaPos di Jakarta, Babe Haikal meluruskan miskonsepsi yang selama ini beredar di masyarakat. Menurutnya, pemindahan BPJPH menjadi lembaga tersendiri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden adalah langkah jenius untuk mendongkrak posisi ekonomi Indonesia di mata dunia.
"Miskonsepsinya adalah orang masih menyangka urusan halal itu murni urusan agama saja. Tidak bisa. Halal itu gaya hidup (lifestyle)," ujar Babe Haikal di kantor JawaPos, Rabu (11/2).
Babe Haikal menjelaskan, banyak negara maju telah lama menyadari potensi besar industri halal. Ia mencontohkan bagaimana produk China bisa mendominasi pasar Arab Saudi karena kejelian mereka mencantumkan logo halal.
"China dulu mungkin belum terlihat, tapi tahun 2000-an saat kita pergi haji ke Mekah atau Madinah, semua produk itu Made in China. Makanan, produk, sajadah, sorban, gamis, sepatu, semuanya. Kenapa? Karena mereka diterima 100% di Arab Saudi yang paling ketat urusan halalnya lantaran mereka menaruh logo halal di semua produknya. Itu namanya ekonomi halal," terangnya.
Tak hanya di Asia, tren ini juga merambah Eropa dan Korea. Di sana, label halal dianggap sebagai standar kebersihan ganda (double clean) dan makanan kelas atas (elite food).
"Orang-orang Eropa mau halal karena menurut mereka halal is elite food. Di Korea, anak-anak K-Pop memilih halal karena menurut mereka halal itu double clean. Kalau Cina, mereka menganggap halal adalah mesin pertumbuhan ekonomi (engine of growth)," jelasnya.
"Siapa pun yang ke China sekarang pasti kaget karena restoran-restorannya sudah berlogo halal. Pariwisata halal (halal tourism) nomor satu selain Malaysia itu ada di China dan Hong Kong," sambungnya
1,3 Juta Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM
Tahun ini, kata Babe Haikal, Pemerintah menyediakan kuota Sertifikasi Halal Gratis atau SEHATI bagi 1.350.000 pengusaha UMKM. Hal ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mewujudkan perlindungan bagi masyarakat atas ketersediaan produk halal.
Selain itu juga sebagai bentuk kemudahan bagi UMK dalam melaksanakan sertifikasi halal produknya, sehingga agar semakin berdaya saing dan kompetitif di pasaran, baik domestik maupun global.
"Alhamdulillah, mulai hari ini pegiat usaha mikro dan kecil sudah bisa kembali mendaftar produknya untuk disertifikasi halal secara gratis menggunakan kuota sebanyak 1,35 juta sertifikat halal gratis yang kami siapkan tahun ini. Bagi UMK yang memenuhi kriteria sertifikasi halal self declare, silakan bersegera untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
