AirNav Indonesia berupaya menjaga layanan navigasi penerbangan tetap lancar pasca banjir di Sumatera. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Cuaca ekstrem badai hingga curah hujan yang tinggi hingga kini melanda sejumlah titik di Jakarta. Bahkan, cuaca buruk seperti ini mengakibatkan bencana banjir.
Hal ini ternyata turut berdampak pada sektor penerbangan. Vice President of Corporate Communication AirNav Indonesia Nanang Mai Rofiq, mengungkapkan cuaca buruk kali ini berdampak pada penundaan kedatangan di Bandara Halim Perdana Kusuma dan Soekarno-Hatta.
Menurutnya, cuaca buruk mengakibatkan perlunya dilakukan go around, holding, atau bahkan divert untuk menjamin keselamatan penerbangan. Go around pada pesawat sendiri adalah manuver saat pilot membatalkan pendaratan yang sedang dilakukan dan menerbangkan pesawat kembali untuk mencoba mendarat ulang.
“Dalam 1 minggu terakhir terdapat 7 penerbangan 2 penerbangan pada bandara Halim Perdana Kusuma dan 5 penerbangan pada bandara Soekarno Hatta (dilakukan penundaan), dikarenakan jarak pandang di bawah standar penerbangan sehingga perlu melakukan go around sebelum akhirnya mendarat,” kata Nanang kepada JawaPos.com, Jumat (23/1).
Adapun Airnav Indonesia sendiri melakukan sejumlah tindakan untuk mengurai arus lalu lintas penerbangan akibat cuaca buruk yang dialami selama satu minggu belakangan, salah satunya membuat urutan kedatangan.
“Antara lain dengan membuat urutan kedatangan dan melakukan koordinasi dengan bandara keberangkatan penerbangan dengan tujuan Bandara Soekarno Hatta dan Halim, terkait Pre Departure Clearance, Ground Delay Program, bahkan Ground Stop,” jelasnya.
Sementara itu, badai dan curah hujan tinggi yang mengepung Jakarta membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat. Tidak hanya sektor pendidikan, kini perkantoran di Jakarta diminta untuk mulai menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Langkah antisipasi ini menyusul peringatan dini dari BPBD DKI Jakarta terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terus meningkat, dalam beberapa hari kedepan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta Saripudin mengeluarkan Surat Edaran resmi pada Kamis (22/1). Isinya, meminta pimpinan perusahaan untuk menyesuaikan jam kerja karyawan.
Hal ini bertujuan menjaga keselamatan pekerja di tengah risiko banjir dan gangguan transportasi akibat cuaca buruk, tanpa mematikan roda ekonomi.
"Kami mengimbau pimpinan perusahaan untuk menyesuaikan sistem kerja melalui jam kerja fleksibel atau WFH bagi jenis pekerjaan yang memungkinkan dilakukan secara daring. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko keselamatan pekerja akibat cuaca ekstrem," ujar Saripudin, Jumat (23/1).

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
