
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono memberikan keterangan di Pendopo Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/8/2025). (Dery Ridwansah/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Lawatan ke Pacitan, Jawa Timur (Jatim) dimanfaatkan oleh Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono untuk menemui para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif (ekraf). Dalam kesempatan itu, politisi yang akrab dipanggil Ibas tersebut berjanji akan mengawal UMKM dan ekraf agar lebih mudah mengakses bantuan permodalan.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Selasa (2/12), Ibas menyampaikan bahwa hari ini pelaku UMKM dan ekraf sangat dibutuhkan untuk membantu menjawab tantangan perekonomian global. Untuk itu, harus ada yang mengawal agar para pegiat UMKM dan ekraf di Indonesia mendapat akses bantuan permodalan yang lebih mudah.
”Kami mengawal agar bapak dan ibu yang bergerak di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk ekonomi kreatif, mendapatkan permodalan yang lebih mudah, lebih cepat, dan tidak terlalu banyak persyaratan yang membebani,” ungkap dia.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR tersebut melihat semangat yang luar biasa dari para pelaku UMKM dan ekraf di Pacitan. Dia yakin hal serupa juga ada pada pegiat UMKM dan ekraf di daerah lainnya. Meski tidak mudah, mereka tetap berjuang di tengah situasi sulit. Menurut Ibas, itu menandakan bahwa UMKM dan ekraf di Indonesia berpotensi untuk terus berkembang.
Karena itu, perlu bantuan banyak pihak untuk mendorong perkembangan UMKM dan ekraf di Indonesia, termasuk yang berada di berbagai daerah. Ibas menyampaikan bahwa dukungan penuh pemerintah dibutuhkan oleh UMKM dan ekraf. Dia tegas menyatakan bakal terus mengawal agar pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten berupaya menghadirkan kebijakan yang memajukan ekonomi rakyat.
Dalam dialog yang dia lakukan bersama pelaku UMKM dan ekraf di Pacitan, mayoritas memanfaatkan pinjaman bank seperti KUR untuk modal usaha. Menurut dia, KUR adalah salah satu program yang terus dilaksanakan oleh pemerintah dan masih terus berlanjut sampai saat ini dengan mempertahankan suku bunga yang tetap terjangkau.
”Itu adalah cara formal yang disediakan negara untuk memudahkan kita berusaha. Jadi, tidak ada istilah tidak punya modal, dengan catatan kita tahu betul ingin menjalankan usaha apa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ibas mengajak pelaku usaha di Pacitan ikut menggenjot sektor pariwisata di daerah tersebut. Sebagai The 70 Miles of Sea Paradise dan Kota 1001 Goa, ada potensi wisata alam yang luar biasa besar di kampung halaman Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Dia yakin, sektor wisata bisa menjadi motor penggerak UMKM dan ekraf, termasuk di Pacitan.
”Kalau pariwisata Pacitan maju, usaha-usaha lain pun ikut terdorong. Mulai dari kuliner, souvenir, jajanan, transportasi, penginapan, wastra, dan berbagai produk lainnya akan hidup,” ujarnya.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
