
Deportivo Municipal bangkit dari krisis finansial di Liga Amatir Peru lewat 1.000 sponsor dari UMKM dan suporter. (Istimewa)
JawaPos.com - Kisah Deportivo Municipal menjadi salah satu contoh menarik bagaimana kreativitas bisa menjadi jalan keluar saat sebuah klub sepak bola menghadapi krisis. Klub legendaris asal Peru itu memang tengah mengalami masa sulit setelah dihantam persoalan finansial yang berkepanjangan.
Namun, di tengah kondisi tersebut, mereka justru menemukan cara baru untuk menjaga klub tetap bertahan. Deportivo Municipal harus menerima kenyataan pahit setelah didiskualifikasi dari Liga 3 Peru musim 2026. Hukuman itu dijatuhkan karena klub memiliki tunggakan kewajiban kepada Serikat Pesepak Bola Profesional Peru (SAFAP) dan Federasi Sepak Bola Peru (FPF).
Akibat sanksi tersebut, Deportivo Municipal dipastikan turun ke Copa Perú mulai musim 2027. Kompetisi tersebut merupakan level amatir dalam struktur sepak bola Peru, sehingga menjadi kemunduran besar bagi klub yang memiliki sejarah panjang di negeri itu.
Situasi keuangan yang sulit membuat Municipal kesulitan mendapatkan sponsor utama. Alih-alih menunggu perusahaan besar datang, manajemen memilih mencari solusi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Mereka kemudian meluncurkan program bertajuk Los Mil Sponsors del Muni atau 1.000 Sponsor Muni. Konsepnya sederhana, tetapi cukup inovatif. Klub mendesain jersey dengan ratusan kotak kecil menyerupai piksel.
Setiap kotak dijual sebagai ruang iklan yang dapat diisi logo sponsor. Harga setiap slot dipatok sekitar 200 Sol Peru atau kurang lebih Rp 1 juta sehingga dapat dijangkau pelaku UMKM, toko kecil, barbershop, restoran, hingga para suporter.
Baca Juga:Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
Melalui program tersebut, siapa pun memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan klub. Tak hanya perusahaan, para penggemar juga bisa ikut mendukung secara langsung dengan membeli satu slot di jersey.
Respons yang diterima ternyata jauh melampaui perkiraan. Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, seluruh 1.000 slot sponsor berhasil terjual habis.
Program itu berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 1 miliar. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membiayai operasional tim utama, akademi usia muda, hingga tim sepak bola putri yang tetap dipertahankan meski klub sedang berada dalam masa sulit.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
