
Ilustrasi: Perjalanan Kereta Api di wilayah operasi DAOP 1 Jakarta. (Istimewa).
JawaPos.com - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), moda transportasi kereta api diprediksi akan menjadi pilihan favorit para pelancong. Selain bebas macet dan memiliki jadwal yang stabil, kereta juga menawarkan pengalaman perjalanan yang cenderung nyaman, baik untuk mereka yang mudik, liburan keluarga, maupun sekadar melepas penat ke luar kota.
Namun, muncul pertanyaan klasik setiap musim liburan: lebih nyaman naik kereta malam atau kereta pagi? Keduanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tergantung kebutuhan penumpang.
Berikut JawaPos.com buatkan alasan lengkap yang bisa jadi rujukan sebelum Anda memilih tiket.
Kelebihan Kereta Malam: Tidur Nyaman, Hemat Akomodasi
Kereta malam masih menjadi primadona bagi banyak penumpang jarak jauh. Alasannya sederhana: perjalanan panjang terasa lebih ringan ketika Anda menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur.
1. Nyaman untuk Istirahat
Di kelas eksekutif, kursi yang dapat direbahkan hingga mendekati posisi tidur membuat perjalanan terasa seperti menginap semalam di kabin. Suasananya pun relatif tenang karena sebagian besar penumpang memutuskan untuk tidur lebih awal.
2. Hemat Biaya Penginapan
Perjalanan malam memungkinkan Anda tiba pagi hari di kota tujuan tanpa perlu memesan hotel tambahan. Efisiensi waktu dan biaya menjadi alasan kuat kenapa kereta malam sangat disukai pelancong hemat.
3. Perjalanan Terasa Lebih Singkat
Tidur di sepanjang perjalanan membuat durasi yang sebenarnya 6–10 jam terasa jauh lebih cepat.
4. Bonus Pemandangan Lampu Kota
Meski tidak seindah panorama siang hari, lampu kota dan stasiun-stasiun kecil di malam hari memberikan nuansa tersendiri yang estetik — cocok bagi Anda yang suka suasana perjalanan yang sunyi.
Kelebihan Kereta Pagi: Pemandangan Juara dan Lebih Aman untuk Kelompok Keluarga
Bagi banyak orang, kereta pagi justru memberikan pengalaman perjalanan yang lebih hidup.
