Respons Menkeu Purbaya Soal Bayar Utang Whoosh Pakai Uang Sitaan Korupsi: Kalau Ke China, Saya Ingin Ikut Biar Tahu Diskusinya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Presiden RI Prabowo Subianto berencana membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) sekitar Rp 1,2 triliun per tahun menggunakan uang negara hasil sitaan para koruptor.
Pernyataan tersebut kembali menjadi perbincangan masyarakat. Para pejabat pun ikut memberikan tanggapannya. Salah satunya Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa.
"Ini masih didiskusikan, masih didiskusikan, nanti detailnya, (saat ini) masih garis-garis besarnya," tutur Menkeu Purbaya setelah mengisi kuliah umum di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya pada Senin sore (10/11).
Ia menyebut pemerintah berencana mengirim tim ke Tiongkok untuk membahas mekanisme pembayaran utang proyek Whoosh. Purbaya berharap bisa diajak agar tahu apa yang dibahas dan didiskusikan dalam kegiatan tersebut.
"Dan mungkin Indonesia akan kirim tim ke Cina lagi kan, untuk diskusi seperti apa nanti pembayaran (utang Whoosh) persisnya. Kalau itu, saya diajak biar tahu diskusinya seperti apa," ucap Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu.
Pernyataan Prabowo soal Utang Whoosh
Pernyataan Presiden Prabowo akan melunasi utang proyek Whoosh dengan uang hasil sitaan koruptor disampaikan setelah meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11) lalu.
Proyek Kereta Cepat (Whoosh) Jakarta - Bandung adalah kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok dengan total investasi yang melebihi Rp 100 triliun. Dalam kesepakatan kerjasama ini, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk membayar cicilan utang kepada pihak Tiongkok.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa total pembayaran utang sekitar Rp 1,2 triliun setiap tahun. Menurutnya, angka ini masih dianggap wajar jika dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh oleh masyarakat.
"Duitnya ada, kita mampu. Uang negara yang tadinya dikorupsi, saya hemat, nggak saya kasih kesempatan untuk dikorupsi lagi. Pokoknya nggak ada masalah, karena (dengan Whoosh) itu mengurangi macet, polusi," ucap Prabowo.
Menurutnya, dana yang diperoleh dari sitaan atau pengembalian akibat tindak pidana korupsi sudah seharusnya disalurkan kembali kepada masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat besar, seperti Whoosh.
Ia meminta masyarakat untuk menghentikan perdebatan mengenai pembagian tanggung jawab antara lembaga atau badan usaha. Pemerintah menjamin semua proses berlangsung dengan transparan.
“Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut,” pungkas Presiden Prabowo.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
